PEMODELAN INVERSI DUA DIMENSI MENGGUNAKAN DATA MAGNETOTELLURIK DAERAH PROSPEK PANASBUMI BANDA BARU; TWO DIMENSION INVERSE MODELLING USING MAGNETOTELLURIC DATA IN BANDA BARU GEOTHERMAL PROSPECT AREA
Sandiaga Swahyu Kusuma, Suparwoto
2014 | Skripsi | PROGRAM STUDI GEOFISIKAAkuisisi data magnetotelurik telah dilakukan sebanyak 30 titik di daerah prospek panasbumi Banda Baru, Maluku oleh tim survei Pusat Sumber Daya Geologi. Sebelumnya juga telah dilakukan survei geologi, geokima, dan gravitasi di daerah penelitian. Akusisi data magnetotelurik dilakukan untuk menambah informasi bawah permukaan yang akan digunakan untuk identifikasi sistem panasbumi pada daerah penelitian. Identifikasi sistem panasbumi pada daerah penelitian berdasarkan sebaran nilai tahanan jenis bawah permukaan yang didapat dari hasil pemodelan inversi dua dimensi. Model 2 dimensi dibuat terutama pada lintasan “X” yang berarah baratdaya-timurlaut dan lintasan “Y” yang berarah baratlaut-tenggara yang saling memotong mata air panas. Cap rock dengan rentang nilai tahanan jenis rendah ( < 20 ohm.m) terlihat pada kedalaman dangkal, dengan pola penipisan dari baratdaya ke arah timurlaut (terlihat pada kedalaman 1300 hingga 600 meter) dan dibatasi oleh sesar geser mendatar sinistral yang berarah baratlaut-tenggara, terdapat 6 air panas pada akhir penipisan cap rock. Dugaan Top reservoir berada di bawah cap rock terdapat di bagian tengah daerah penelitian dengan nilai tahanan jenis diatas 20 ohm.m diduga terdapat pada kedalaman 1000 hingga 700 meter.
Kata Kunci : Magnetotellurik, Model 2 Dimensi, Sistem PanasBumi