Laporkan Masalah

PEMODELAN BAWAH PERMUKAAN GUNUNGAPI USU MENGGUNAKAN DATA AEROMAGNETIK; SUBSURFACE MODELING OF USU VOLCANO BASED ON AEROMAGNETIC DATA

Florentinus Aan Setiawan, Wahyudi

2014 | Skripsi | PROGRAM STUDI GEOFISIKA

Survei geofisika dengan metode aeromagnetik dilakukan oleh Lembaga Pengamatan Gunungapi Jepang pada tanggal 13-16 Juni 2000 di Gunungapi Usu, Hokkaido, Jepang. Metode aeromagnetik digunakan karena dapat meminimalkan noise yang ada di permukaan. Tujuan dari dilakukannya survei tersebut untuk mengetahui kondisi bawah permukaan setelah terjadinya erupsi pada bulan Maret, 2000. Pengambilan data dilakukan dengan spasi antar titik 12 detik (370 meter) dengan luas area 14.994 ×12.813 meter persegi. Setelah data didapatkan , selanjutnya dilakukan proses koreksi ketinggian, koreksi IGRF, dan koreksi diurnal, sehingga didapatkan nilai anomali medan magnet total. Data anomali medan magnet total tersebut selanjutnya dilakukan proses reduksi ke kutub untuk menyederhanakan pola anomali. Proses selanjutnya adalah pemisahan anomali regional dan anomali residual. Anomali regional diperoleh dengan melakukan kontinuasi ke atas, sementara anomali residual didapatkan dari pengurangan anomali medan total yang telah direduksi kekutub dengan anomali regional. Anomali residual tersebut yang digunakan dalam melakukan pemodelan. Interpretasi kuantitatif dilakukan dengan pemodelan bawah permukaan dengan menggunakan pendekatan metode prisma yang dikembangkan oleh Markku Ptijarvi. Dari proses pemodelan tersebut diperoleh informasi bahwa di bawah permukaan Gunungapi Usu terdapat adanya kantong magma pada kedalaman 450 meter di bawah permukaan laut, selain itu ada pula dua lapisan batuan yang berbeda sebagai batuan dasar dari batuan penyusun tubuh Gunungapi Usu

Kata Kunci : Aeromagnetik; Gunungapi Usu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.