Laporkan Masalah

PENGGUNAAN METODE AHP UNTUK SISTEM PENENTUAN PERINGKAT KERAWANAN KECELAKAAN LALU LINTAS BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus: Kotamadya Yogyakarta); USING OF AHP METHOD FOR TRAFFIC ACCIDENT VULNERABILITY RANKS DETERMINATION SYSTEM WITH GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEM-BASED (Case Study: Yogyakarta Municipality)

DEDE YUSDANIAR, Sri Hartati

2011 | Skripsi | PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER

Kecelakaan merupakan salah satu masalah yang seringkali dihadapi oleh sistem lalu lintas. Berdasar pada pokok pemikiran bahwa setiap kecelakaan yang terjadi (dalam bentuk apa pun) pada hakikatnya merupakan resultan dari adanya korelasi antara berbagai faktor penyebabnya, maka analisis kecelakaan menjadi hal wajib untuk dilakukan. Hasil analisis dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan kebijakan penanggulangan yang tepat, seperti upaya tata ulang maupun rekayasa lalu lintas, serta dapat diinformasikan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada dalam berlalu lintas. Dalam penelitian ini dikembangkan suatu aplikasi berbasis komputer yang memanfaatkan metode AHP sebagai fasilitator proses analisis kecelakaan dan SIG sebagai visualisasi spasial dari hasil analisis yang dilakukan. Hal ini didasari pertimbangan bahwa analisis merupakan permasalahan kompleks yang berdasar pada faktor-faktor yang dinilai sangat berpengaruh dan relevan dengan permasalahan tersebut, juga dengan pertimbangan bahwa analisis kecelakaan sangat erat hubungannya dengan masalah keruangan (lokasi di muka bumi), karena itulah pengembangan analisis ke basis SIG sangat dianjurkan. Dengan SIG setiap perubahan yang terjadi akan terpantau dan terkontrol dengan baik. Obyek-obyek yang dianalisis adalah ruas jalan arteri dan kolektor, sedangkan kriteria yang digunakan diekstraksi dari faktor jalan dan lingkungan sesuai kondisi wilayah studi, meliputi penggunaan lahan, radius belokan, kelengkapan marka, trotoar, kecepatan rerata, rasio ketersediaan rambu, kualitas permukaan jalan, pola arus, pengendalian persimpangan, dan tingkat pelayanan jalan. Masing-masing kriteria memiliki beberapa subkriteria. Melalui proses AHP dilakukan pemeringkatan dan pengelompokkan ruas-ruas jalan menjadi empat kelas kerawanan yaitu kelas sangat rawan, kelas rawan, kelas agak rawan, dan kelas tidak rawan. Dari hasil analisis didapatkan jumlah ruas jalan yang masuk kategori sangat rawan sebanyak 13 buah, kategori rawan 25 buah, kategori agak rawan 18 buah, dan kategori tidak rawan 12 buah, kemudian hasil tersebut ditampilkan dalam peta rawan kecelakaan yang memiliki fasilitas zooming, fasilitas querying, dan warna berbeda untuk masing-masing kelas kerawanan.

Kata Kunci : analisis kecelakaan lalu lintas, AHP, SIG


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.