PREDIKSI DAMPAK LIMBAH CAIR DOMESTIK AKIBAT PERTUMBUHAN PENDUDUK MENGGUNAKAN QUAL2K (STUDI KASUS DAERAH ALIRAN SUNGAI KAMPUNG BUGIS, KOTA TARAKAN, KALIMANTAN TIMUR); PREDICTION OF DOMESTIC WASTE WATER IMPACT AS THE RESULT OF POPULATION GROWTH USING QUAL2K (A CASE STUDY OF KAMPUNG BUGIS WATERSHED, TARAKAN, EAST BORNEO)
Vivien Utaibah Endarlani, Eko Sugiharto
2014 | Skripsi | Program Studi S1 KimiaDaerah Aliran Sungai (DAS) Kampung Bugis memiliki peranan yang vital bagi masyarakat Karang Anyar, Kota Tarakan Kalimantan Timur yaitu sebagai sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun demikian, Sungai Kampung Bugis juga menerima limbah buangan rumah tangga dari pemukiman sekitar sungai. Sesuai Peraturan Pemerintah Lingkungan Hidup No. 1 Tahun 2010 guna mengawasi kualitas air DAS Kampung Bugis, dilakukan penentuan Beban Pencemar menggunakan pemodelan lingkungan QUAL2K. Dampak pembuangan limbah akibat pertumbuhan penduduk dan rencana pengolahan air limbah agar kualitas air tetap memenuhi Baku Mutu Kelas 1 (Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001) telah disimulasikan. Simulasi dilakukan menggunakan data primer berupa hasil analisis kualitas air dan hidrolika DAS Kampung Bugis. Segmentasi sungai dibagi menjadi 19 sesuai jarak dan topografi sungai. Kondisi awal Sungai Kampung Bugis ditentukan melalui Indeks Pencemar dan banyaknya limbah dihitung menggunakan analisis Beban Pencemar. Hasil simulasi dikalibrasi menggunakan metode trial and error kemudian diuji dengan metode Uji Statistik U. Bertambahnya debit limbah cair domestik dihitung sesuai dengan proyeksi penduduk tahun 2014-2018. Perencanaan pengolahan air limbah disimulasikan menggunakan efektifitas Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) 20% - 80%. Perhitungan Indeks Pencemar memberikan hasil bahwa sungai ‘tercemar ringan’ dan menerima Beban Pencemar sebesar 0,24 kg/tahun DO, 1,33/tahun NH4, 0,02/tahun NO2 + NO3, 24,91 kg/tahun alkalinitas dan 27,91 kg/tahun CBODs. Pertumbuhan penduduk menyebabkan konsentrasi polutan bertambah dari tahun 2014 hingga 2018. Hasil pemodelan pengolahan air limbah hanya mampu menurunkan parameter NO3-N dan pH agar memenuhi Baku Mutu Air Kelas 1, sedangkan parameter lain masih melebihi baku mutu.
Kata Kunci : QUAL2K; pemodelan lingkungan; kualitas air; Tarakan