PENGARUH WAKTU KRISTALISASI DAN TEMPERATUR PEMERAMAN TERHADAP KARAKTER ANALCIM YANG DISINTESIS DARI LUMPUR LAPINDO DENGAN TEKNIK FUSI DAN HIDROTERMAL; THE EFFECT OF CRYSTALLIZATION TEMPERATURE AND AGING TIME ON THE CHARACTER OF ANALCIME SYNTHESIZED FROM LAPINDO MUD BY FUSION AND HYDROTHERMAL TECHNIQUES
Hurul Aini As Silmi, Wega Trisunaryanti
2014 | Skripsi | PROGRAM STUDI KIMIATelah dilakukan sintesis analcim dari lumpur Lapindo dengan variasi penambahan sumber silika dan kondisi sintesis. Kondisi reaksi sintesis meliputi temperatur pemeraman, waktu kristalisasi dan penambahan sumber silika. Sumber silika yang digunakan berasal dari natrium silikat sintetik (kandungan SiO2 26,5% (b/b)) dan berasal dari ekstraksi dari lumpur Lapindo. Ekstraksi sumber silika dilakukan dengan cara refluks lumpur Lapindo menggunakan NaOH 6 M selama 6 jam dan filtratnya dianalisis dengan fluoresensi sinar-X (XRF). Sintesis analcim terdiri dari dua tahap yaitu tahap perlakuan awal dan tahap sintesis. Tahap perlakuan awal terdiri dari refluks lumpur Lapindo menggunakan HCl 6 M pada variasi waktu 1 dan 6 jam. Lumpur Lapindo hasil refluks asam kemudian dilebur dengan NaOH pada rasio molar NaOH/lumpur 1,2. Tahapan sintesis dilakukan dengan mereaksikan bahan baku hasil peleburan dengan air di dalam kondisi hidrotermal tanpa penambahan templat organik dengan komposisi awal reaktan adalah 3,6 Na2O: Al2O3: 5,7 SiO2. Penambahan berbagai jenis sumber silika selama reaksi hidrotermal dilakukan untuk mempelajari pengaruhnya terhadap karakter analcim yang dihasilkan. Produk analcim dikarakterisasi dengan metode spektroskopi inframerah (IR), difraksi sinar-X (XRD) dan XRF. Analcim dengan kristalinitas tertinggi dianalisis morfologi dan komposisi kimianya dengan scaning elektron mikroskopi dan spektrometer-dispersi energi sinar-X (SEM-EDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan asam meningkatkan rasio Si/Al analcim dari 2,96 menjadi 5,02 dan 6,37 setelah perlakuan asam selama 1 dan 6 jam. Kandungan pengotor logam juga berkurang akibat perlakuan asam. Sumber silika yang diekstraksi dari lumpur Lapindo memiliki kandungan SiO2 sebesar 44% (b/b). Analcim dengan rasio Si/Al tertinggi berhasil disintesis pada kondisi temperatur pemeraman 50 oC (Sa-50) dan waktu kristalisasi 24 jam (Tk-24). Penambahan sumber silika selama proses hidrotermal meningkatkan kristalinitas dan memperbaiki kenampakan morfologi produk analcim, namun menurunkan rasio Si/Al. Partikel analcim bervariasi pada ukuran 4,3–6,5 ?m dan memiliki morfologi partikel berbentuk trapezohedral.
Kata Kunci : Lumpur Lapindo; Natrium silikat; Fusi; Hidrotermal; Analcim trapezohedral