STUDI PEMANFAATAN METABOLIT SEKUNDER DALAM MASERAT Curcuma mangga Val. SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI; THE STUDY OF UTILIZATION OF SECONDARY METABOLITES IN EXTRACT OF Curcuma mangga Val. AS A NATURAL INSECTICIDE
Anggraeni Dian Permatasari, Endang Astuti
2014 | Skripsi | PROGRAM STUDI KIMIATelah dilakukan penelitian mengenai potensi insektisida maserat rimpang Curcuma mangga Val. yang diperoleh dari beberapa pelarut yang berbeda kepolaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan kadar senyawa flavonoid serta pengaruhnya terhadap aktivitas insektisida maserat Curcuma mangga Val. yang berbeda kepolaran. Penelitian ini dibagi menjadi 4 tahap, yaitu maserasi rimpang Curcuma mangga Val., uji insektisida, uji fitokimia, dan pemisahan senyawa flavonoid dengan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif (KLTP) serta identifikasi senyawa flavonoid tersebut dengan uji warna dan spektrofotometri UV-Vis. Maserasi rimpang Curcuma mangga Val. dilakukan dengan menggunakan pelarut bertingkat, yaitu petroleum eter, n-heksana, etil asetat, dan etanol. Pengujian aktivitas insektisida maserat Curcuma mangga Val. dilakukan terhadap serangga uji Bactrocera carambolae dengan variasi konsentrasi sampel 37,5, 75, dan 150 mg/mL. Uji fitokimia yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji flavonoid, uji terpenoid, dan uji alkaloid. Pemisahan senyawa flavonoid dengan KLTP menngunakan eluen yang telah ditentukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Senyawa flavonoid yang diperoleh, diidentifikasi dengan analisis spektrofotometri UV-Vis dan uji warna. Hasil pengujian insektisida menunjukkan bahwa maserat petroleum eter, maserat etil asetat, dan maserat etanol menghasilkan % kematian terkoreksi tertinggi berturut-turut sebesar 7,67% (37,5 mg/mL), 30,22% (150 mg/mL), dan 13,76% (75 mg/mL), sedangkan maserat n-heksana menghasilkan % kematian terkoreksi bernilai negatif. Hasil uji fitokimia dan identifikasi flavonoid menunjukkan bahwa masing-masing maserat memiliki kadar dan jenis senyawa flavonoid yang berbeda, yaitu maserat petroleum eter mengandung senyawa flavon dan flavonol sebesar 0,23%, maserat n-heksana mengandung senyawa flavonol dan flavon sebesar 0,088%, maserat etil asetat mengandung senyawa dihidrokalkon sebesar 0,45%, dan maserat etanol mengandung khalkon dan auron sebesar 1,34%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa maserat Curcuma mangga Val. tidak berpotensi sebagai insektisida terhadap Bactrocera carambolae karena kadar flavonoid cukup rendah.
Kata Kunci : Curcuma mangga Val.; insektisida alami; Bactrocera carambolae; senyawa flavonoid.