ESTIMASI KEDALAMAN PADA SURVEI GEOMAGNETIK MENGGUNAKAN DEKONVOLUSI EULER (STUDI KASUS CANGKANG BOM YANG TERPENDAM); DEPTH ESTIMATION IN GEOMAGNETICS SURVEY USING EULER DECONVOLUTION (CASE STUDY OF BURRIED BOM SHELL)
PRADIKA PRIYA NUGROHO, Wahyudi
2012 | Skripsi | PROGRAM STUDI GEOFISIKAEstimasi kedalaman pada metode geomagnetik sering kali tidak akurat, paling banyak disebabkan oleh data yang tidak bagus dan asumsi sumber anomali yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Penelitian ini membandingkan dua metode estimasi kedalaman, menggunakan metode Talwani 2½D dan dekonvolusi Euler. Sumber anomali berupa sebuah cangkang bom yang dipendam 0,5 m di dalam tanah. Benda model memiliki panjang 1 m dan berdiameter 0,3 m. Pengukuran medan magnet total dilaksanakan di darerah pantai dengan luas 32 x 32 m, sehingga tidak ada variasi topografi dan litologi daerah penelitian bisa diabaikan. Data intensitas medan magnet total dikenai koreksi variasi harian dan IGRF untuk mendapatkan anomali medan magnet total. Kemudian dilakukan reduksi ke kutub dan dibuat sayatan untuk dimodelkan 2½ D. Dari data anomali medan magnet total, juga ditranformasi sinyal analitik. sinyal analitik digunakan untuk menentukan posisi sumber anomali pada bidang horisontal, kemudian dilakukan Dekonvolusi Euler untuk mengestimasi kedalaman sumber yang telah diketahui posisi horisontalnya. Hasil yang didapatkan menunjukkan proses yang dilakukan pada sinyal analitik dan Dekonvolusi Euler lebih baik dan lebih praktis daripada pemodelan. Pada pemodelan 2½D, sumber anomali terdeteksi pada kedalaman 0,6 m, sedangkan metode dekonvolusi Euler menghitung kedalaman benda sebesar 0,53 m dari permukaan tanah. Adapun posisi benda yang sebenarnya terletak pada kedalaman 0,5 m.
Kata Kunci : metode geomagnetik, pemodelan 2½ D, sinyal analitik, dekonvolusi euler