Laporkan Masalah

KONVERSI DATA SEISMIK DARI KAWASAN WAKTU KE KEDALAMAN DAN ANALISA KETIDAKPASTIAN UNTUK PREDIKSI HORISON DI LOKASI SUMUR USULAN

MUHAMAD WILDAN PERDANA, Sudarmaji

2012 | Skripsi | PROGRAM STUDI GEOFISIKA

Konversi data seismik dari kawasan waktu ke kawasan kedalaman merupakan salah satu bagian terpenting dari alur interpretasi data seismik secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan konversi data seismik ke kawasan kedalaman dengan menggunakan 9 jenis metode berbeda yang tergabung dalam 2 grup metode. Perbedaan metode terletak pada pembuatan model kecepatan yang sumbernya adalah kecepatan checkshot, kecepatan stacking, dan kombinasi keduanya. Dari beberapa metode yang dilakukan, kemudian dilakukan analisa ketidakpastian pada hasil kedalaman 4 horison (Top ARC, Top ASH, Base ASH, dan Top TALC) di lokasi sumur usulan KYT. Analisa ketidakpastian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan klasifikasi persentil dengan membagi 9 hasil kedalaman 4 horison di titik sumur KYT ke dalam 3 jenis klasifikasi persentil yaitu persentil P10 atau Low Case, persentil P50 atau Base Case, dan persentil P90 atau High Case. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode konversi dengan model kecepatan berasal dari kecepatan stacking dengan interpolasi moving average menghasilkan nilai kedalaman terbaik yang dilihat dari nilai penyimpangan yang kecil horison hasil konversi terhadap posisi horison well marker. Analisa ketidakpastian ini dapat digunakan sebagai alat panduan dan sebagai prediksi horison pada saat proses pemboran untuk mengurangi kesalahan yang mungkin terjadi.

Kata Kunci : konversi kedalaman, model kecepatan, analisa ketidakpastian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.