PENGARUH MODEL DAN DIAMETER PIPA TEMBAGA BERISI CAIRAN YANG MENGALIR SEBAGAI HOT HEAT EXCHANGER PADA PIRANTI TERMOAKUSTIK; THE INFLUENCE OF MODEL AND DIAMETER OF COPPER PIPE CONSIST LIQUID FLOWS AS HOT HEAT EXCHANGER ON THERMOACOUSTIC DEVICE
INNEKE KURNINA, Agung B.S. Utomo
2012 | Skripsi | PROGRAM STUDI FISIKATelah dilakukan penelitian piranti termoakustik dengan mengamati pengaruh model dan diameter pipa tembaga heat exchanger terhadap penurunan suhu pada tandon panas dan tandon dingin. Heat exchanger diisi cairan yang mengalir pada pipa tembaga dengan berbagai debit cairan Model pipa tembaga yang digunakan sebagai heat exchanger adalah model 1 yang dibentuk meliuk dan model 2 melingkar. Diameter pipa tembaga yang digunakan adalah 1,85 mm, 1,45 mm, dan 0,85 mm. Debit aliran air divariasi yaitu (3,41 ± 0,03) ml/s, (2,83 ± 0,01) ml/s dan (0,90 ± 0,02) ml/s untuk model 1 heat exchanger. Penurunan suhu maksimum pada debit (2,83 ± 0,01) ml/s dengan ?Th = 6,5 ?C dan ?Tc = 0,9 ?C. Sedangkan model (2) menggunakan debit (3,1 ± 0,2) ml/s, (1,80 ± 0,04) ml/s dan (0,45 ± 0,02) ml/s. Penurunan suhu maksimum terjadi pada debit (1,80 ± 0,04) ml/s dengan dengan ?Th = 8,4 ?C dan ?Tc = 2,2 ?C. Hasil penurunan suhu pada tandon panas dan tandon dingin menggunakan pipa berdiameter dan debit yang hampir sama terlihat lebih maksimal pada heat exchanger model (2). Adanya penurunan suhu pada tandon panas menyebabkan tandon panas belum jenuh sehingga pemompaan kalor dari tandon dingin ke tandon panas tetap stabil
Kata Kunci : heat exchanger; model; diameter; debit rata-rata; penurunan suhu