PENGAMBILAN KEMBALI PROTEIN LIMBAH KEPITING RESTORAN DENGAN EKSTRAKSI ASAM ASETAT DAN STUDI POTENSINYA SEBAGAI PROTEIN FORTIFIKASI MAKANAN; RECOVERY OF PROTEIN FROM RESTAURANT’S CRABS WASTE USING ACETIC ACID AND A STUDY ON ITS POTENTIAL AS PROTEIN FOR FOOD FORTIFICATION
Nuning Hastuti, Tri Joko Raharjo
2011 | Skripsi | PROGRAM STUDI KIMIATelah dilakukan penelitian pengambilan kembali protein dari limbah kepiting restoran untuk dipelajari kandungan protein dan asam amino serta potensinya sebagai bahan fortifikasi makanan. Penelitian dimulai dengan penyiapan sampel melalui pengeringan, penghalusan dan penyaringan 40-100 mesh. Sampel serbuk limbah kepiting diekstrak dengan ekstraktor Sokhlet menggunakan petroleum eter (40-60 °C) untuk mengekstraksi lemaknya. Komposisi asam lemak bebas dalam sampel ditentukan dengan GC-MS. Sampel bebas lemak diekstraksi dengan CH3COOH glasial pada pH 2 untuk menghasilkan ekstrak protein. Protein diambil dengan mengatur pH 7 menggunakan NaOH 2M kemudian didiamkan 24 jam. Protein dipisahkan dengan sentrifuse 900 rpm selama 15 menit dan disaring. Protein hasil dikeringkan dengan freeze drying dan ditentukan komposisi asam amino dengan menggunakan HPLC. Hasil analisis proksimat limbah kepiting adalah kadar air 7,00%, lemak 3,03%, dan protein 17,00%. Lemak dalam limbah kepiting mengandung asam lemak laurat 0,19%, azelat 0,51%, miristat 1,08%, palmitat 47,28%, vasenat 43,93%, stearat 6,00% dan linoleat 1,01%. Ekstraksi protein menggunakan CH3COOH glasial diperoleh rendemen 31,76%. Protein hasil ekstraksi mengandung asam amino esensial 17,08 % yang terdiri atas valin (0,13%), fenilalanin (5,45%), isoleusin (5,17%), leusin (5,24%), lisin (0,57%), histidin (0,28%), dan arginin (0,24%). Sedangkan komposisi asam amino non esensial terdiri atas asam aspartat (0,43%), alanin (0,21%), asam glutamat (0,64%), serin (0,48%), glisin (0,18%), dan tirosin (0,68%). Protein hasil isolasi mempunyai kandungan asam amino esensial 17,13% dan skor kimia asam amino yang dibawah standar FAO/WHO dan NRC sehingga kurang bagus untuk fortifikasi makanan.
Kata Kunci : Sokhlet; ekstraksi; protein dan fortifikasi