Laporkan Masalah

INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUAKAAN MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNETIK DI PRAMBANAN, KABUPATEN KLATEN, PROPINSI JAWA TENGAH; INTERPRETATION OF SUB – SURFACE STRUCTURE USING GEOMAGNETICS METHOD AT PRAMBANAN, KLATEN DISTRICT, CENTRAL JAVA PROVINCE

NOVITASARI WIDIYOWATI, Imam Suyanto

2011 | Skripsi | PROGRAM STUDI S1 GEOFISIKA JURUSAN FISIKA

Pulau Jawa dikenal sebagai busur sunda yang merupakan hasil interaksi lempeng samudra yang menunjam di bawah lempeng benua menghasilkan palung Jawa. Hal ini menyebabkan pulau Jawa memiliki struktur yang kompleks. Daerah Yogyakarta merupakan sebuah graben yang dimana terdapat sesar aktif yaitu sesar Opak yang masih aktif hingga saat ini. Diperkirakan aktifitas sesar Opak tersebut menyebabkan gempa Yogyakarta 27 Mei 2006. Hal tersebut mendorong dilakukannya survei Geofisika dengan menggunakan metode geomagnetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur bawah permukaan area Prambanan, serta ada atau tidaknya kemenerusan sesar Opak yang diharapkan dapat melokalisi area zona sesar tersebut untuk mitigasi bencana alam berdasarkan analisis data anomali medan magnet. Luas area penelitian 18 km x 10 km dengan spasi antara titik pengukuran 250 m dan jumlah lintasan sebanyak 6 buah. Pengambilan data medan magnet total dan posisi menggunakan Proton Precession Magnetometer (PPM) dan GPS tipe Navigasi. Pemrosesan data dimulai dengan melakukan koreksi IGRF dan koreksi variasi harian untuk mendapatkan anomali medan magnet total. Kemudian dilakukan proses kontinuasi ke atas pada ketinggian 1400 meter. Interpretasi kualitatif dilakukan dengan menganalisa kontur anomali medan magnet total, kontur anomali regional hasil kontinuasi ke atas. Interpretasi kuantitatif dilakukan dengan pemodelan benda anomali 2,5 D pada sayatan peta anomali regional kontinuasi ke atas menggunakan perangkat lunak Mag2DC for Windows. Hasil dari interpretasi tidak menunjukkan adanya kemenerusan sesar Opak ke utara. Diperoleh model struktur geologi bawah permukaan dengan tiga litologi, berupa Formasi Kebobutak dengan suseptibilitas batuan sebesar 0,0012 emu, Formasi semilir dengan suseptibilitas batuan sebesar 0,0009 emu, dan Endapan Merapi Muda dengan suseptibilitas batuan sebesar 0,0008 emu

Kata Kunci : N


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.