PREDIKSI JANGKA PANJANG ERUPSI GUNUNG MERAPI MENGGUNAKAN HYPOTHESIS TESTING DAN SURVIVAL ANALYSIS; LONG-TERM FORECASTING OF MERAPI VOLCANO’S ERUPTION USING HYPOTHESIS TESTING AND SURVIVAL ANALYSIS
FATAH YOGO YUDHANTI, Imam Suyanto
2014 | Skripsi | PROGRAM STUDI GEOFISIKAPrediksi jangka panjang erupsi gunungapi merupakan salah satu upaya mitigasi bencana erupsi gunungapi, terutama bagi wilayah di sekitar lereng gunungapi yang dihuni oleh masyarakat, seperti Gunung Merapi. Prediksi jangka panjang erupsi Gunung Merapi dimulai dengan identifikasi rezim-rezim, lalu dilanjutkan dengan identifikasi pola distribusi tiap rezim dan prediksi waktu terjadinya erupsi pertama setelah erupsi tahun 2010. Hasil KS2test dengan significance level (?) 0,05 pada data waktu jeda antar erupsi Gunung Merapi tahun 1768 hingga 2010 menunjukkan bahwa rezim lama Gunung Merapi terjadi sebelum tahun 1878, sedangkan rezim baru dimulai dari tahun 1878 hingga 2010. Data pada tiap rezim kemudian diolah menggunakan Akaike Information Criterion (AIC). Hasilnya, pola distribusi data rezim lama dan baru Gunung Merapi adalah gamma (AIC 95,75) dan Weibull (AIC 160,29). Perubahan dan perbedaan ini diduga karena perubahan mekanisme erupsi Gunung Merapi dari yang sebelumnya didominasi oleh fountain-collapse eruption, menjadi dome-collapse eruption. Pengaplikasian Weibull fit terhadap data rezim baru menghasilkan nilai intercept 1,60, skala Weibull 4,97, dan bentuk Weibull 2,65. Hasil ini diolah menjadi nilai survival function, laju bencana, dan kemungkinan erupsi pada rentang waktu 2 hingga 18 tahun setelah erupsi tahun 2010. Hasilnya, erupsi pertama Gunung Merapi setelah erupsi tahun 2010 diduga terjadi antara tahun 2014 hingga 2016 dan masih akan didominasi oleh domecollapse eruption dengan waktu jeda antar erupsi terpanjang adalah 6 tahun
Kata Kunci : prediksi jangka panjang; hypothesis testing; Kolmogorov-Smirnov two-sample test (KS2test); Akaike Information Criterion (AIC); survival analysis; waktu jeda antar erupsi