SISTEM PEMANTAU TEMPERATUR PADA RUANG SERVER BERBASIS EMBEDDED ETHERNET WEBSERVER; SERVER ROOM TERMPERATURE MONITORING SYSTEM BASED ON EMBEDDED ETHERNET WEBSERVER
FREDY DARMAWAN, Danang Lelono
2011 | Skripsi | PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASISistem ini dilatar belakangi oleh keadaan pada suatu ruang server temperatur ruangan merupakan hal yang harus dijaga kondisinya sesuai dengan suhu yang diharapkan. Setiap ruang server hampir selalu terdapat termometer ruang didalamnya untuk memantau temperatur ruang karena server-server yang bekerja 24 jam akan menghasilkan panas. Jika suhu tidak dapat dipantau dengan baik, maka apabila terjadi kegagalan pendinginan yang tidak dapat terdeteksi segera, kinerja computer server akan menjadi terganggu atau bahkan rusak. Keadaan sistem pemantau suhu yang masih sangat sederhana memberikan keterbatasan dalam pemantauan. Oleh karena itu dengan menggunakan teknologi yang ada pada ruang server yaitu jaringan komputer, maka dibuat suatu sistem pemantau temperatur ruang server dengan memanfaatkan jaringan komputer sebagai media komunikasi. Sistem ini menggunakan pengendali utama mikrokontroler ATmega32, akan mendeteksi temperatur lingkungan dengan menggunakan sensor temperatur LM35. Hasil keluaran dari sensor ini akan diolah dengan hasil tampilan LCD. Jika temperatur ruang bernilai mencapai setpoint atas yang ditetapkan, maka temperatur ruang dalam kondisi naik dari keadaan temperatur ruang server yang seharusnya berkisar pada 21-22 derajat celcius. Alarm akan menyala dan sistem pendingin tambahan akan diaktifkan sampai temperatur turun kembali ke setpoint bawah yang didefinisikan sebagai kondisi normal. Jika ada permintaan data dari jaringan, maka data temperatur akan dikirimkan oleh alat kepada client. Pada sisi jaringan, terdapat dua macam client yang dapat meminta data. Yang pertama adalah client biasa yang cukup menggunakan web browser untuk meminta data pada alat, yang kedua adalah client data logger yang akan meminta data sekaligus memiliki kemampuan merekam setiap data yang diminta kedalam database, sehingga data tersebut dapat diolah sebagai bahan audit jika diperlukan. Pengujian pada jangka ukur 18-30 oC, menunjukan alat dapat mendeteksi temperatur dengan baik dan juga dapat mengendalikan saklar sampai beban 800 watt. Pengujian koneksi dengan metode “ping” menunjukan tingkat keberhasilan 100% dengan waktu kurang dari 1 ms.
Kata Kunci : pemantau temperatur; kendali saklar; embedded webserver; data logger