EVALUASI FORMASI UNTUK MENGETAHUI POTENSI HIDROKARBON DARI SUMUR BADUT-1 DAN SUMUR ARWANA-1 PALUNG AMAN UTARA, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH; FORMATION EVALUATION TO DETERMINE HYDROCARBON POTENTIAL OF BADUT-1 WELL AND ARWANA-1 WELL, NORTH AMAN TROUGH, CENTRAL SUMATRA BASIN
MELANIA SETA DHESTI WIJAYANINGSIH, Sudarmaji
2014 | Skripsi | PROGRAM STUDI GEOFISIKACekungan Sumatra Tengah merupakan cekungan dengan cadangan minyak bumi yang sedang dieksploitasi oleh PT. Chevron Pacifik indonesia (CPI). Eksplorasi juga sedang dilakukan terhadap Formasi Lower Red Bed dari Kelompok Pematang, Palung Aman Utara, Cekungan Sumatra Tengah. Evaluasi formasi diterapkan pada sumur Badut-1 di Lapangan Badut dan Arwana-1 di Lapangan Arwana untuk memahami potensi hidrokarbon di Formasi Lower Red Bed. Hasil evaluasi formasi, meliputi perhitungan volume serpih, porositas, dan kejenuhan air, digunakan untuk melihat persebaran porositas dan kejenuhan air di formasi, menentukan zona-zona reservoar hidrokarbon, dan litokorelasi kedua sumur sehingga kemenerusan kedua sumur dapat diamati. Porositas dihitung dari porositas sonik dan densitas untuk sumur Badut-1, dan porositas sonik untuk sumur Arwana-1. Kejenuhan air dihitung dengan persamaan Modified Simandoux.Untuk membantu analisa reservoar, Formasi Lower Red Bed di sumur Badut-1 dibagi menjadi zona A, B, dan C, sementara sumur Arwana-1 dibagi menjadi zona I, II, III, dan IV. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi-potensi hidrokarbon yang tersebar di Formasi Lower Red Bed sumur Badut-1 dan Arwana-1, terutama pada zona A dan zona II. Zona A memiliki lapisan-lapisan pasir bersih dengan kejenuhan air rendah. Zona II memiliki lapisan reservoar pasir-serpihan dengan ketebalan nilai kejenuhan air bervariasi. Net pay to gross ratio untuk sumur Badut-1 sebesar 0.268 dan untuk sumur Arwana-1 sebesar 0.094. Hasil litokorelasi juga menunjukkan adanya kemenerusan di antara kedua sumur.
Kata Kunci : evaluasi formasi; volume serpih; porositas; kejenuhan air