Laporkan Masalah

PENGARUH METODE ISOLASI TERHADAP RENDEMEN DAN KOMPOSISI KIMIA MINYAK ATSIRI Curcuma aeruginosa Roxb SERTA UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI; THE EFFECT OF ISOLATION METHOD FOR YIELD AND CHEMICAL COMPOSITION OF Curcuma aeruginosa Roxb ESSENTIAL OIL AND ITS ACTIVITY AS ANTIOXIDANT AND ANTIBACTERIAL

Putri Ernia Wati, Endang Astuti

2013 | Skripsi | PROGRAM STUDI KIMIA

Telah dilakukan penelitian mengenai isolasi minyak atsiri Curcuma aeruginosa Roxb serta uji aktivitasnya sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemilihan metode isolasi minyak atsiri, mengidentifikasi komponen senyawa yang terkandung dalam minyak atsiri Curcuma aeruginosa, serta melakukan uji aktivitas antioksidan dan antibakteri secara in vitro. Rimpang C. aeruginosa dipotong-potong dan dikering-anginkan. Setelah itu dilakukan isolasi minyak atsiri dengan variasi metode distilasi yaitu distilasi air, distilasi uap-air dan distilasi uap selama 6 jam. Identifikasi minyak atsiri hasil distilasi dilakukan dengan Gas Cromatography-Mass Spectra (GC-MS), kemudian dilakukan pengujian aktivitas antioksidan secara in vitro dengan metode penangkapan radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrihidrazil (DPPH) dan dilakukan uji aktivitas antibakteri. Hasil distilasi yang diperoleh menunjukkan bahwa rendemen minyak atsiri hasil distilasi air, distilasi uap-air dan distilasi uap berturut-turut adalah 0,18%, 0,13% dan 0,065% (v/b). Identifikasi komponen minyak atsiri hasil ketiga variasi metode distilasi menunjukkan senyawa utama yang sama yaitu curcumol. Aktivitas antioksidan tertinggi pada penangkapan radikal bebas DPPH sebesar 74,22% (minyak atsiri hasil distilai uap) dan 61,93% (minyak atsiri hasil distilasi air). Minyak atsiri tersebut dapat dijadikan sebagai antioksidan karena aktivitas antioksidannya lebih besar dari 50%. Aktivitas antibakteri minyak atsiri hasil distilasi uap menunjukkan Diameter Hambat Minimum (DHM) sebesar 6,625 mm pada bakteri Staphlococcus aureus dan 10,125 mm pada bakteri Salmonella thypossa. Minyak atsiri C. aeruginosa hasil distilasi uap dapat dinyatakan sebagai antibakteri karena memiliki DHM > 2 mm.

Kata Kunci : Curcuma aeruginosa minyak atsiri; antioksidan; antibakteri


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.