PEMODELAN DATA MAGNETOTELURIK DUA DIMENSI UNTUK IDENTIFIKASI SISTEM PANAS BUMI DAERAH KADIDIA,SULAWESI TENGAH; TWO DIMENSIONAL MODELING OF MAGNETOTELLURIC DATA FOR GEOTHERMAL SYSTEM IDENTIFICATION AT KADIDIA, CENTRAL SULAWESI
Iko Saptinus, Eddy Hatantyo
2013 | Skripsi | PROGRAM STUDI GEOFISIKAPenelitian panas bumi di derah Kadidia, Sulawesi Tengah telah dilakukanmelalui penelitian Geologi, Geokimia, Gravitasi, dan juga Geomagnet, yang hasilnya belum cukup baik dalam menggambarkan keadaan bawah permukaan lokasi penelitian. Oleh karena itu, dilakukan penelitian Magnetotellurik (MT) untuk menambah informasi bawah permukaan yang lebih baik, dimana metode ini merupakan metode geofisika yang mampu memetakan struktur tahanan jenis bawah permukaanyang cukup dalam dan akurat. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Zonge GDP 32”. Setelah pengambilan data lapangan, kemudian data deret waktuyang diperolehdiolah menggunakan software WinGlink untuk mendapatkan penampang dua dimensi bawah permukaan melalui suatu proses inversi. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa sistem panas bumi yang berkembang di daerah Kadidia bisa diklasifikasikan ke dalam jenis sistem hidrothermal, dengan perkiraan luasnya sekitar 15,5 km2. Batuan penudung (cap rock) berada pada kedalaman 600 m, dengan ketebalan sekitar 1200, dan top reservoir dari sistem panas bumi berada pada pada kedalaman 1600 m dengan ketebalan kurang lebih 1000 m.
Kata Kunci : magnetotelurik; panas bumi; inversi2D