KARAKTERISASI POLA AROMA SALAK PONDOH DENGAN E- NOSE BERBASIS SENSOR METAL OKSIDA; CHARACTERIZATION THE PATTERN OF SALAK PONDOH AROMA BY E-NOSE BASED OF METAL OXIDE SENSOR
Muhammad Arifianto Chairiawan, Danang Lelono
2012 | Skripsi | PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASISalak merupakan salah satu komiditi ekspor yang memiliki prospek di Indonesia. Untuk memenuhi standar mutu pasar luar negeri maka kualitas buah salak harus bermutu baik. Hasil panen yang baik sangat ditentukan oleh penanganan pasca panen buah salak. Salah satu teknik pasca panen adalah dengan menentukan umur petik salak. Namun sayangnya data pendukung untuk menentukan umur petik salak secara optimal belum banyak didapati. Salah satu cara untuk menyeleksi mutu buah salak sekaligus menentukan umur petik salak adalah dengan mengkarakterisasi aromanya. Untuk itu dibutuhkan suatu instrumen analitik yang secara efektif dapat melakukan penciuman layaknya hidung manusia. Dimana alat penciuman tersebut diharapkan secara khusus dapat menganalisis buah salak mulai dari keadaan matang hingga menjadi busuk berdasarkan pola aroma sampel salak yang didapat. Electronic nose merupakan suatu sistem pengindra bau elektronik (odor sistem) yang dapat digunakan sebagai rujukan standarisasi secara ilmiah berdasarkan aroma suatu objek. E-nose dapat dimanfaatkan di berbagai bidang aplikasi. Salah satunya untuk menganalisa aroma buah salak yang dapat dipakai untuk mengukur kematangan buah tersebut. Enose yang dibangun pada penelitian ini menggunakan 8 sensor gas TGS yang memiliki spesifikasi yang berbeda-beda berdasarkan gas yang dideteksinya. Data keluaran dari array sensor akan dikonversi menjadi sinyal digital pada mikrokontroler, kemudian hasilnya akan diolah pada computer. Penggunaan E-nose ini dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik salak pondoh dari pertama petik hingga keadaan membusuk berdasarkan analisa pola yang terbentuk dari kedelapan sensor yang digunakan pada saat mendeteksi aroma buah salak pondoh
Kata Kunci : Electronic Nose; array sensor; sensor gas TGS; mikrokontroler; odor