PEMROSESAN VIDEO UNTUK DETEKSI LIMBAH CAIR PEWARNA BATIK DAN LIMBAH PADAT AIR SUNGAI BERBASIS CIRI WARNA DAN GERAK; VIDEO PROCESSING FOR LIQUID POLLUTANT OF BATIK COLORANT AND SOLID POLLUTANT DETECTION IN FLOWING WATER BASED ON COLOR AND MOTION FEATURES
IKA CANDRADEWI, Agus Harjoko
2011 | Skripsi | PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASIAktifitas industri batik selain menghasilkan produk juga menghasilkan buangan berupa limbah zat pewarna. Pengaruh dominan terjadinya pencemaran adalah aktifitas kehidupan manusia yang menghasilkan limbah rumah tangga. Pada umumnya kedua limbah tersebut dibuang ke perairan sungai tanpa pemrosesan terlebih dahulu sehingga memberi dampak pada menurunnya kualitas air sungai, dan kerusakan ekosistem air sungai. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat mendeteksi limbah cair pewarna batik dan limbah padat air sungai yang bertujuan untuk mengetahui informasi luas area polutan sungai sebagai bagian dari sistem pemantauan lingkungan berbasis visual, sehingga dapat dilakukan tindakan lebih lanjut untuk mengurangi masalah pencemaran air sungai. Metode yang digunakan pada pendeteksian limbah cair adalah color thresholding pada ruang warna RGB, berdasarkan jenis warna limbah dan pola kondisi tertentu. Metode yang digunakan pada pendeteksian limbah padat adalah Gaussian Mixture Model untuk mendeteksi gerakan obyek yang dilakukan berdasarkan proses update parameter GMM, yakni nilai means, standar deviasi, dan bobot. Setelah limbah berhasil dideteksi dilanjutkan dengan analisis dan deskripsi citra yang direpresentasikan dengan rata-rata luas area tiap obyek dan standar deviasi luas obyek pada setiap framenya. Hasil pengujian menunjukkan metode deteksi limbah cair memiliki tingkat keberhasilan yang baik, tingkat keberhasilan pendeteksian limbah putih 70,5 % - 100 %, pendeteksian limbah warna ungu sebesar 89,47 %, pendeteksian limbah warna merah terletak pada range 75,12 % - 100 %, dan pendeteksian limbah biru adalah 70,36 % - 92,98 %, pada kamera yang bergerak tingkat keberhasilan hanya 21,52 %. Pada metode deteksi limbah padat dilakukan analisa terhadap 8 sampel video dengan kamera yang relatif statis, tingkat keberhasilan yang diperoleh sebesar 34,58 % - 79,04%. Analisis luas area dari hasil pendeteksian limbah cair menunjukkan pada saat video diambil rata-rata luas area limbah cair dominan berada dalam rentang yang besar dan beragam sesuai dengan volume limbah yang berada pada daerah sungai. Analisis luas area limbah padat yang terdeteksi menunjukkan padatan berupa lumut kehijauan memiliki rata-rata luas area pada range 46,16 – 90,90 pixel tiap obyeknya dan xvii padatan berupa plastik memiliki rata-rata luas area pada range 96,26 – 120,19 pixel dengan frame video berukuran 320x240 pixel.
Kata Kunci : deteksi limbah cair pewarna batik, deteksi limbah padat, ciri warna dan gerak, color thresholding, Gaussian Mixture Model