FILM HIBRIDA NANO TiO2–DODESILAMIN SEBAGAI PELAPIS KACA HIDROFOBIK SWABERSIH; NANO TiO2–DODECYLAMINE HYBRID FILM AS COATING MATERIAL FOR HYDROPHOBIC SELF–CLEANING GLASS
Erna Febriyanti, Indriana Kartini
2013 | Skripsi | PROGRAM STUDI KIMIATelah dilakukan penelitian tentang film hibrida nano TiO2–Dodesilamin (DDA) dan aplikasinya sebagai kaca hidrofobik swabersih. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kaca superhidrofobik transparan yang bersifat swabersih dan memiliki ketahanan mekanik serta ketahanan terhadap kelembaban yang cukup baik. Penelitian diawali dengan pembuatan film nano TiO2–DDA dengan variasi teknik deposisi lapis celup dalam satu tahap dan lapis demi lapis (layer by layer, LbL) diikuti oleh variasi proses annealing yaitu annealing cepat dan annealing lambat. Parameter kualitas film yang dikaji meliputi hidrofobisitas, transparansi dan ketahanan film. Teknik deposisi yang menghasilkan film dengan sifat paling baik kemudian digunakan pada kajian pengaruh jumlah lapisan film dan rasio mol C/Ti pada komposisi film. Selanjutnya, ketahanan film diuji pada kondisi lingkungan udara ambien (RH 50–70%, T = 27–32°) dan lingkungan lembab (RH > 90%, T = 25°). Karakterisasi film dilakukan dengan spektrofotometer UV–Vis, Atomic Force Microscope, difraktometer sinar–x, Buehler microhardness tester,dan melalui pengukuran sudut kontak air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi teknik deposisi lapis celup LbL dan proses annealing lambat menghasilkan film hibrida dengan sifat hidrofobisitas, transparansi, dan ketahanan mekanik film yang baik. Peningkatan jumlah lapisan meningkatkan hidrofobisitas dan ketahanan mekanik namun menurunkan transparansi film. Sifat kaca swabersih yang baik diperoleh dari film yang dibuat dari pelapisan sebanyak satu kali dan tiga kali. Peningkatan rasio mol C/Ti meningkatkan hidrofobisitas dan ketahanan mekanik tetapi tidak mempengaruhi transparansi film. Karakter superhidrofobik muncul pada rasio mol C/Ti = 7. Film hibrida nano TiO2-DDA stabil pada kondisi lingkungan lembab (RH > 90%) tetapi kurang stabil terhadap kondisi lingkungan ambien pada musim kemarau (Oktober–November 2012).
Kata Kunci : swabersih; hidrofobik; transparan; film hibrida