DIFFERENSIASI ANTARA URIN NEGATIF DAN POSITIF MENGANDUNG METADON DENGAN MENGGUNAKAN ELECTRONIC NOSE LARIK ENAM SENSOR; DIFFERENTIATION BETWEEN POSITIVE AND NEGATIVE URINE CONTAINING METHADONE USING ELECTRONIC NOSE SIX ARRAY SENSOR
Annisa Nur Fatima, Kuwat Triyana
2013 | Skripsi | PROGRAM STUDI FISIKAJumlah penyalahgunaan narkoba meningkat dari waktu ke waktu di Indonesia. Hal ini mendorong kita untuk tidak hanya melawan tetapi juga untuk membuat pencegahan. Untuk tujuan ini, sampel urin yang diduga mengandung metadon telah diuji dengan beberapa metode yang berbeda. Salah satu metode adalah dengan menggunakan alat analisis konvensional dan kit uji cepat. Kedua metode menunjukkan kelemahan, yang pertama adalah sangat rumit dan mahal, sedangkan yang kedua masih relatif mahal karena hanya sekali pakai. Sebuah electronic nose (enose) dapat menjadi alternative untuk uji cepat. Dalam penelitian ini, kami menggunakan enose dengan enam sensor gas TGS komersial untuk membedakan apakah sampel urin positif mengandung atau negatif mengandung metadon. Sampel urine yang positif mengandung metadon dikumpulkan dari relawan yang merupakan pasien dari program rumatan metadon di Peskesmas Gedong Tengen Yogyakarta, sedangkan yang negatif dikumpulkan dari relawan yang telah dipastikan tidak mengkonsumsi metadon dan narkoba lainnya. Tiga jenis metode ekstraksi ciri yakni metode respon maksimum, metode rata-rata dan metode gradien telah diterapkan sebelum dianalisis menggunakan principle component analysis (PCA). Hasil kajian ini menunjukkan bahwa semua sampel urin dapat dipisahkan menjadi dua kelompok besar yang merupakan kelompok yang mengindikasikan urin yang mengandung atau tidak mengandung metadon. Varian total dari dua komponen yang pertama ( PC1 dan PC2 ) masing-masing adalah 88,7 % (untuk metode maksimum) , 76,2 % (untuk metode gradien) , dan 89,5 % (metode rata-rata). Hasil-hasil ini mengindikasikan bahwa enose dengan enam sensor gas dapat diterapkan sebagai instrumen uji cepat deteksi urin dengan metadon
Kata Kunci : electronic nose; sensor gas; ekstraksi ciri; principal component analysis; urin; metadon