Laporkan Masalah

KADAR FOSFOR DALAM DARAH SAPI AMBRUK DI DAERAH KABUPATEN SLEMAN, GUNUNGKIDUL, DAN GROBOGAN

AKROM, Afif Muhammad, Yanuartono

2015 | Skripsi |

Fosfor merupakan salah satu mineral utama yang dibutuhkan oleh sapi potong. Salah satu akibat dari kekurangan fosfor adalah Sindrom Sapi Ambruk (SSA). Beberapa faktor penyebab kekurangan fosfor pada sapi potong adalah pakan, lingkungan, dan menejemen pemeliharaan. Pemberian pakan dengan kadar makromineral yang cukup dan seimbang serta manajemen pemeliharaan yang baik diperlukan untuk mencapai keseimbangan fungsi fisiologis pada sapi potong. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar fosfor dalam darah sapi ambruk di Kabupaten Sleman, Gunungkidul, dan Grobogan. Penelitian ini menggunakan 6 ekor sapi ambruk dari Kabupaten Sleman, 6 ekor sapi ambruk dari Kabupaten Gunungkidul, dan 12 ekor sapi ambruk dari Kabupaten Grobogan. Setiap sapi diambil sampel darah sebanyak 5 ml melalui vena jugularis. Sampel darah yang telah didapat kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 8000 rpm selama 10 menit. Serum yang diperoleh dari sentrifugasi kemudian diperiksa kadar fosfornya dengan menggunakan alat Cobas® 6000 analyzer series module c 501. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 ekor sapi (71%) memiliki kadar fosfor yang normal dan 7 ekor sapi (29%) mengalami penurunan kadar fosfor. Penurunan kadar fosfor pada sapi ambruk dalam penelitian ini kemungkinan disebabkan oleh faktor pakan dan lingkungan. Dari hasil perbandingan rasio antara kadar fosfor dengan kalsium pada sapi yang mengalami penurunan kadar fosfor, terdapat 5 ekor sapi yang mengalami penurunan absolut dan 3 ekor sapi yang mengalami penurunan relatif.

Phosphorus is a main mineral needed by beef cattle. The downer cow syndrome is an effect of phosphorus deficiency. A few causative factors for phosphorus deficiency in beef cattle include feed, environment, and management. Feed containing sufficient and proportionate levels of macrominerals, and proper management is needed to achieve balanced physiological function in beef cattle. This research aims to evaluate the phosphorus levels in the blood of downer cows in the Sleman, Gunungkidul, and Grobogan districs. The study were used 6 downer cows from the Sleman district, 6 cows from Gunungkidul district, and 12 cows from Grobogan district. Blood samples of 5 ml were collected from each cow, through the jugular vein. The blood samples were centrifugated at 8000 rpm for 10 minutes. The phosphorus levels in the serum produced after centrifugation was measured using the Cobas® 6000 analyzer series module c 501 I macine. Based on the results, 17 cows (71%) had normal levels of phosphorus and 7 cows (29%) had decreased phosphorus levels. The decrease in phosphorus levels might have been caused by feed and environment. Ratio comparison between phosphorus and calcium in cows which had low phophorus level, showed that 5 cows had absolute decrease and 3 cows had relative decrease.

Kata Kunci : sapi potong, sapi ambruk, mineral, fosfor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.