TOKSISITAS SUBKRONIS (+)-2,2’-EPISITOSKIRIN A DARI JAMUR ENDOFIT Diaporthe sp. TUMBUHAN GAMBIR (Uncaria gambir Robx.) PADA MENCIT (Mus musculus L.)
PHADMACANTY, Ni Luh Putu Rischa, Kurniasih
2015 | Skripsi |Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi baik hewan, tumbuhan, maupun mikroorganisme. Uncaria gambier (Gambir) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak terdapat di Indonesia. Pada gambir, tumbuh jamur endofit Diaporthe sp. yang menghasilkan metabolit sekunder berupa (+)-2,2’-Episitoskirin A. Senyawa(+)-2,2’-Episitoskirin A memiliki potensi sebagai antibakteri, antifungi dan antikanker. Untuk menentukan kelayakan suatu obat, uji toksisitas mutlak diperlukan, dengan demikian perlu dilakukan uji toksisitas subkronis (+)-2,2’-Episitoskirin A sebagai rangkaian pengujian kandidat obat baru. Penelitian ini menggunakan 60 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi empat kelompok perlakuan yaitu kontrol, (+)-2,2’-Episitoskirin A dosis 6,25 mg/kg bb dalam CMC Na 1%, (+)-2,2’-Episitoskirin A dosis 12,5 mg/kg bb dalam CMC Na 1%, dan (+)-2,2’-Episitoskirin A dosis 25 mg/kg bb dalam CMC Na 1%. Perlakuan dilakukan secara peroral selama 90 hari. Parameter yang dianalisis yaitu pertambahan berat badan, konsumsi pakan, rasio berat organ, fungsi hati, fungsi ginjal dan gambaran histopatologi hati dan ginjal. Sampling darah dilakukan pada hari ke 0, 45 dan 90. Data, konsumsi pakan dan histopatologi hati dan ginjal dianalisis secara deskriptif, sedangkan pertmbahan berat badan rasio berat hati, rasio berat ginjal, fungsi hati dan fungsi ginjal dianalisis dengan pola faktorial. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa (+)-2,2’-Episitoskirin A tidak mempengaruhi pertambahan berat badan, konsumsi pakan, rasio berat hati, fungsi hati, fungsi ginjal,dan gambaran histologik ginjal namun mempengaruhi rasio berat ginjal serta gambaran histologik hati. Dengan demikian senyawa (+)-2,2’-Episitoskirin A tidak bersifat toksik terhadap mencit.
Indonesia has high biodiversity of animals, plants, and microorganisms. Uncaria gambier is one of plant that is widely available in Indonesia and has been used as an additive for chewing. In this plant is founded endophytic fungi names Diaporthe sp. It can produces the active compound (+)-2,2\\'-Episitoskirin A which has ability as anticancer and antimicrobial. In determining the quality of medicine, toxicity tests are absolutely necessary. So subchronic toxicity of that component as a series of testing new drug candidates is necessary to do. This study used 60 male mice (Mus musculus) were divided into four group such as control ( K ): 1 % CMC Na, (+)-2,2\\'-Episitoskirin A 6,25 mg/kg BW in 1 % CMC Na, (+)-2,2\\'-Episitoskirin A 12,5 mg/kg BW in 1 % CMC Na, (+)-2,2\\'-Episitoskirin A 25 mg kg BW in 0.1 % CMC Na. Parameters that analyzed were body weight gain, feed consumption, organ weight ratio, liver function (ALT/AST) and renal function (creatinin, BUN) and histopatologi. Blood and organs sampling were done in day 0, 45, and 90. Food consumpsion, and histopathological structure of liver and renal datas were alalyzed by description. Body weight gain, liver weight ratio, renal weight ratio, liver functions and renal functions were anal yzed by factorial pattern anova.The result showed that (+) -2,2\\'-Episitoskirin A has no effect for body weight gain, feed consumption, liver weight ratio, liver and renal functions and renal histopathological structure, but it has effect for renal weight ratio and liver histopathological structure.
Kata Kunci : toksisitas, subkronis, (+)-2,2’-Episitoskirin A, mencit