PENGUJIAN VIABILITAS SEMEN BEKU SAPI LIMOUSIN PASCA THAWING PADA SUHU YANG BERBEDA
RAJENDRAN, Priyana, Sri Gustari
2015 | Skripsi |Inseminasi buatan didefinisikan sebagai deposisi spermatozoa pada genital bentina mengunakan instrumen dan layanan yang tidak alami. Inseminasi buatan memberikan peningkatan cepat dalam potensi produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi media thawing yang terbaik berhubungan dengan persentasi viabilitas spermatozoa yang tinggi untuk meningkatkan keberhasilan inseminasi buatan. Pelaksanaan thawing dalam penelitian dilakukan dengan cara pengambilan 60 straw sapi Limousin dari kontainer, 20 straw dimasukkan ke dalam air es bersuhu rata-rata 4-8C, 20 straw dimasukkan ke dalam air kran bersuhu rata-rata 27-28C dan 20 straw lainya dimasukkan ke dalam air bersuhu 35 -37C secara bersamaan selama 20 detik. Dilakukan evaluasi viabilitas spermatozoa post thawing >1 menit, post incubation suhu 38.5C 10 menit, 30 menit dan 5 jam mengunakkan methode pengecatan eosin-negrosin dan dilihat dibawah mikroskop. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik menggunakan One Way Anova dan Repeated Anova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentasi viabilitas tertinggi didapati pada semen yang dithawing menggunakan air pada suhu 35-37C. Berdasarkan analisis statistik menggunakan ANOVA dan repeated ANOVA menunjukkan bahwa ada signifikansi (P<0.05) antara thawing menggunakan air es, air kran dan air panas 35-37˚C setelah inkubasi pada 38,5 ºC selama 10 menit, 30 menit, dan 5 jam. Berdasarkan analisis statistik dapat disimpulkan bahwa suhu thawing mempengaruhi kualitas semen beku sapi.
Inseminasi buatan didefinisikan sebagai deposisi spermatozoa pada genital bentina mengunakan instrumen dan layanan yang tidak alami. Inseminasi buatan memberikan peningkatan cepat dalam potensi produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi media thawing yang terbaik berhubungan dengan persentasi viabilitas spermatozoa yang tinggi untuk meningkatkan keberhasilan inseminasi buatan. Pelaksanaan thawing dalam penelitian dilakukan dengan cara pengambilan 60 straw sapi Limousin dari kontainer, 20 straw dimasukkan ke dalam air es bersuhu rata-rata 4-8C, 20 straw dimasukkan ke dalam air kran bersuhu rata-rata 27-28C dan 20 straw lainya dimasukkan ke dalam air bersuhu 35 -37C secara bersamaan selama 20 detik. Dilakukan evaluasi viabilitas spermatozoa post thawing >1 menit, post incubation suhu 38.5C 10 menit, 30 menit dan 5 jam mengunakkan methode pengecatan eosin-negrosin dan dilihat dibawah mikroskop. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik menggunakan One Way Anova dan Repeated Anova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentasi viabilitas tertinggi didapati pada semen yang dithawing menggunakan air pada suhu 35-37C. Berdasarkan analisis statistik menggunakan ANOVA dan repeated ANOVA menunjukkan bahwa ada signifikansi (P<0.05) antara thawing menggunakan air es, air kran dan air panas 35-37˚C setelah inkubasi pada 38,5 ºC selama 10 menit, 30 menit, dan 5 jam. Berdasarkan analisis statistik dapat disimpulkan bahwa suhu thawing mempengaruhi kualitas semen beku sapi.
Kata Kunci : Limousin bull, sperm quality, thawing method