TINGKAH LAKU ESTRUS RUSA TIMORENSIS
PARDEDE, Berlin Pandapotan, Sri Gustari
2014 | Skripsi |Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan populasi dan konservasi Cervus timorensis di Indonesia dengan mengetahui pola reproduksi dari Cervus timorensis khususnya tentang tingkah laku estrus pada rusa tersebut. Penelitian ini menggunakan 4 ekor rusa timorensis (Cervus timorensis) betina dengan nomor eartag 364, 573, 583, dan 584. Penelitian dilakukan dengan cara mengamati tingkah laku etrus dari rusa timorensis yang dilakukan secara rutin setiap harinya mulai dari pagi, siang, dan sore, selama 30 hari. Tingkah laku estrus yang diamati berupa vokalisasi, urinasi, diendus atau diikuti oleh pejantan atau betina lainnya hingga aktivitas mounting yang dilakukan pejantan pada betina yang sedang estrus. Hasil pengamatan pada 4 ekor Cervus timorensis betina pada penelitian menunjukkan bahwa vokalisasi saat estrus pada rusa 364 sebanyak 6 kali, 573 sebanyak 1 kali, 583 sebanyak 26 kali, dan 584 sebanyak 2 kali, kemudian tingkah laku vokalisasi tersebut mengalami peningkatan setelah estrus berlangsung. Frekuensi urinasi saat estrus berlangsung pada rusa 364 sebanyak 8 kali, 573 sebanyak 4 kali, 583 sebanyak 5 kali, dan 584 sebanyak 6 kali, kemudian frekuensi urinasi tersebut mengalami penurunan setelah estrus berakhir. Rusa 364 tercatat sebanyak 4 kali diikuti dan diendus oleh pejantan, 573 sebanyak 4 kali, 583 sebanyak 4 kali dan 584 sebanyak 12 kali, kemudian mengalami peningkatan seiring mendekati puncak estrus. Saat estrus, perubahan organ genital berupa vulva memerah terlihat pada rusa 364 dan rusa 584. Rusa 364 dengan lama estrus 3 hari, 24 kali dinaiki oleh pejantan, rusa 573 dengan lama estrus 4 hari dan rusa 583 dengan lama estrus 2 hari terlihat 2 kali dinaiki oleh pejantan, dan rusa 584 dengan lama estrus 2 hari terlihat sebanyak 16 kali dinaiki oleh pejantan.
This research aims to increase the population and conservation Cervus timorensis in Indonesia by knowing the reproductive patterns of Cervus timorensis particularly on behavioral estrus in the deer. This research used four tail of hind (Cervus timorensis) with ear tag numbers 364, 573, 583, and 584. Research was conducted by observing the behavioral estrus of hind routinely every day from morning, afternoon, and evening, for 30 days. Behavioral estrus were observed in the form of vocalization, urination, sniff or followed by a stag or other hind, until mounting activity of the stag to hind being estrus. Observations on four tailed of hind in this study showed that vocalization when estrus in 364 was 6 times, 573 as much as 1 times, 583 as much as 26 times, and 584 as much as 2 times, then the vocalization behavior increased after estrus ends. Frequency of urination when estrus in 364 was 8 times, 573 as much as 4 times, 583 as much as 5 times, and 584 as much as 6 times, then the urination frequency decreased after estrus ends. The hind 364 there was 4 times followed and sniff by stud, 573 as much as 4 times, 583 as much as 4 times, and 584 as much as 12 times, and then increased as the approaching peak of estrus. When estrus, changes in the genital organs such as the vulva reddening seen in 364 and 584. The hind 364 with long estrus 3 days, 24 times mounting by stud, 573 with long estrus 4 days and 583 with long estrus 2 days seen 2 times mounting by stud, and 584 with long estrus 2 days seen 16 times mounting by stud.
Kata Kunci : Cervus timorensis, estrus, tingkah laku.