Laporkan Masalah

KUALITAS SPERMATOZOA SAPI YANG DISIMPAN DALAM STRAW DAN TABUNG

NAUFAL, Muhammad Nuriy Nuha , Agung Budiyanto

2014 | Skripsi |

Straw di Indonesia banyak digunakan sebagai tempat penyimpanan semen sapi. Laporan peneliti sebelumnya menunjukkan adanya pengaruh variasi tempat penyimpanan terhadap kualitas spermatozoa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas spermatozoa sapi yang disimpan dalam straw dan tabung. Semen segar yang dikoleksi dari sapi jantan disimpan dalam straw dan tabung. Metode penelitian dimulai dari koleksi semen, pengenceran semen, penyimpanan pada suhu 4-5oC dalam tabung cryotubes dan straw ukuran 0,25 ml, serta pemeriksaan kualitas spermatozoa meliputi motilitas, hidup mati serta morfologi normal selama 8 hari. Analisis data dilakukan dengan t-test independent. Hasil pemeriksaan motilitas spermatozoa menunjukkan bahwa pada hari ke-7 dan ke-8 terjadi perbedaan yang signifikan. Hasil pemeriksaan hidup mati spermatozoa menunjukan bahwa dari hari ke-4 sampai hari ke-8 terjadi perbedaan yang signifikan. Spermatozoa yang disimpan dalam tabung mempunyai prosentase hidup motilitas yang lebih tinggi daripada sperma yang disimpan dalam straw. Kemasan tabung diduga dapat menciptakan microenvironment yang lebih stabil dan mampu beradaptasi terhadap perubahan suhu yang drastis dari pada kemasan straw. Tidak terjadi perbedaan yang signifikan pada pemeriksaan morfologi normal, antara sperma yang disimpan dalam tabung dan straw.

Straw in Indonesia is widely used as a semen storage cow. Researchers often use as a storage tube fresh semen. Previous researchers report shows the influence of variations in the quality of sperm storage. This study was conducted to determine the quality of spermatozoa cows kept in straw and tubes. Fresh semen collected from bulls kept in straw and tubes. The research method starts from a collection of semen, semen dilution, storage at temperatures 4-5oC in tubes (cryotubes) and 0.25 ml of straw size, and sperm quality checks include motility, and normal morphology of living dead for 8 days. Data analysis was performed with the independent t-test. Motility examination results showed that on day 7th and 8th there was significant difference. Test results showed that the living dead spermatozoa from day 4th to day 8th there was significant difference. Spermatozoa were stored in a tube having a percentage of living and motility higher than sperm stored in the straw. Packaging tube with a narrow surface area to create a more stable microenvironment and able to adapt to drastic temperature changes of the packing straw. No significant differences occurred in the abnormality examination, the spermatozoa are stored in the tube and straw.

Kata Kunci : Spermatozoa sapi, kualitas sperma, straw, tabung


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.