KAJIAN PROFIL LEKOSIT PADA KUCING PERSIA DAN KUCING DOMESTIK DI RUMAH SAKIT HEWAN PROF. SOEPARWI YOGYAKARTA
HARDI, Eka Safar Oktafiano Hardi, Sri Hartati
2014 | Skripsi |Kucing menjadi salah satu hewan kesayangan yang paling banyak digemari. Kucing Persia biasanya dipelihara secara khusus dengan pemeliharaan yang berbeda dengan kucing Domestik. Kucing Domestik pun juga banyak diminati orang Indonesia. Status kesehatan dan proses dari suatu penyakit dapat diketahui dari pemeriksaan lekosit. Lekosit memiliki peranan dalam pertahan seluler dan humoral. Total lekosit yang menyimpang dari keadaan normal mempunyai arti klinik yang penting. Perbedaan jumlah lekosit pada tiap individu dipengaruhi beberapa faktor seperti stress, aktivitas fisiologis, umur, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran lekosit pada kucing Persia dengan kucing Domestik. Penelitian ini menggunakan 35 ekor kucing terdiri 18 kucing Persia dan 17 kucing Domestik sehat. Pemeriksaan darah yang dilakukan meliputi penghitungan jumlah lekosit total, netrofil, limfosit, dan monosit. Penghitungan jumlah lekosit dilakukan dengan menggunakan metode Benjamin (1978). Pengamatan dilakukan dengan menggunakan mikroskop, jumlah sel yang terhitung dalam empat kotak besar dikalikan 50. Penghitungan nilai neutrofil, limfosit dan monosit dilakukan pada preparat apus menggunakan mikroskop dengan pembesaran 10×100, dan dihitung sejumlah 100 sel lekosit. Nilai yang diperoleh adalah persentase (nilai relatif) dari masing-masing jenis lekosit. Nilai absolut diperoleh dengan cara mengalikan persentase masing-masing jenis lekosit dengan jumlah lekosit total. Pemeriksaan darah dilaksanakan di Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi. Data yang diperoleh dihitung rata-rata dan standar deviasinya, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan gambaran lekosit pada kucing Persia dan kucing Domestik penelitian masih termasuk dalam rentang normal nilai lekosit (Jain, 1993) dan secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan (P>0,05).
Cats become one of the the most popular animal. Persian cats are usually maintained specifically with different maintenance to domestic cats. Domestic cats were also attracted by many Indonesian people. Health status and process of a disease can be seen from examination of leucocytes. Leukocytes have a major role in cellular and humoral defense. Total of leukocytes that deviate from the normal state has an important clinical meaning. Differences in the number of leukocytes in each individual influenced by several factors such as stress, physiological activities, age and others. The purpose of this study was done to see the leukocytes profile between Persian cat and Domestic cat. This study used 35 healthy cats including 18 Persian and 17 Domestic cats. Blood tests were conducted on the calculation of the total leukocytes, neutrophils, lymphocytes, and monocytes. Leukocyte counts is done by using a Benjamin (1978) Method. Observations were made using a microscope, the number of cells counted in four large boxes multiplied by 50. Calculating the value of neutrophils, lymphocytes and monocytes performed on smear preparations using a microscope with a magnification of 10 × 100, and 100 cells counted number of leukocytes. Value obtained is the percentage (relative value) of each type of leukocyte. The absolute value obtained by multiplying the percentage of each type of leukocytes to the total number of leukocytes. Blood tests carried out on Prof Soeparwi Animal Hospital. Data obtained calculated average and standard deviation, then the data analyzed descriptively. The results showed that leukocytes on Persian and Domestic cat research were still in the normal range of leukocytes data of Jain (1993) and there are no significant differences (P> 0.05).
Kata Kunci : kucing, persia, domestik, darah, lekosit