Laporkan Masalah

KUALITAS ESTRUS PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN SAPI CROSSBREEDSIMMENTAL – PERANAKAN ONGOLEDI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

SUPRIYANTO, AGUS , Sri Gustari

2014 | Skripsi |

Populasi sapi crossbreed di Daerah Istimewa Yogyakarta meningkat, namun dari beberapa laporan di lapangan terjadi penurunan performa reproduksi sapi crossbreed. Persentase kebuntingan hasil inseminasi buatan (IB) di Yogyakarta menurun dari waktu ke waktu. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan perkawinan adalah kualitas estrus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas estrus pada sapi yang dipelihara masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan 14 ekor sapi betina, 7 ekor sapi lokal Peranakan Ongole (PO) dan Simnental-Perakan Ongole (SimPO)yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hewan yang digunakan memiliki kriteria:dewasa, sehat, siklus estrus yang teratur, dan gejala estrus yang jelas.Kualitas estrus dalam penelitian ini menggunakan parameter panjang siklus estrus, panjang periode estrus, perubahan vulva, produksi cairan serviks dan ketegangan uterus. Sapi diamati panjang siklus estrus, panjang periode estrus, perubahan vulva, produksi cairan serviks dan ketegangan uterus. Hasil penelitian dilakukan scoring dan diolah menggunakan Anova. Hasil penelitian menunjukkan panjang siklus estrus pada sapi PO 20.43±1.13hari sedangkan untuk sapi SimPO memiliki rata-rata 22.86±0.38 hari. Panjang periode estrus pada sapi PO memiliki rata-rata 23.714±2.928 jam sedangkan sapi SimPO 70.29±4.54 jam. Perubahan vulva sapi PO memiliki rataan 2,43±0,79 sapi SimPO 2,71±0,49. Intensitas lendir serviks sapi PO memiliki rataan 2,28±0,95 sapi SimPO 1,57±0,79. Ketegangan uterus sapi PO 2,71±0,76 sapi SimPO 2,57±0,79.Kesimpulan dari penelitian ini adalah panjang siklus estrus dan panjang periode estrus padasapi SimPO dan PO memiliki perbedaan yang signifikan (P<0,05). Parameter lain seperti: perubahan vulva, intensitas lendir dan ketegangan uterus pada sapi PO dan SimPO tidak memiliki perbedaan yang signifikan (P>0,05).

The population of crossbreed cattle in Yogyakarta increased sharply, however, some reports a degradation in reproductive performance of crossbreed cattle. Percentage of artificial insemination pregnancy outcomes in Yogyakarta decreased from time to time. One of the factors that influence the success of mating is the quality of estrus. The study aims to determine the quality of estrus in cattle in Daerah Istimewa Yogyakarta. This research conducted with beef cattle, 7 PO and 7 SimPO in Daerah Istimewa Yogyakarta. The criteria of beef cattle was: adult, healthy, regular estrous cycles, and clear estrus symptoms. The beef cattle was observed for length of estrous cycle, length of estrus period, changes in the vulva, cervical fluid production and uterine tension. The results of the research was scored and processed by ANOVA. The results showed that the estrous cycle length in PO was 20.43±1.13 days and SimPO had an average 22.86±0.38 days. The length of estrus periode in PO had an average of 23.71±2.93 hours and SimPO 70.29±4.54 hours. The changes in vulva has a mean in PO 2,43±0,79 and SimPO 2,71±0,49. The intensity of bovine cervical mucus has a mean of PO 2,28±0,95 and SimPO 1,57±0,79. The uterine tension was PO 2,71±0,76 and SimPO 2,57±0,79. The conclusion of this research was the length of the estrous cycle and long periods of estrus in cattle Simpo and PO had significant differences (P < 0.05). The other parameters such as: changes in the vulva, mucus intensity and tension of the uterus in cows and Simpo PO has no significant difference (P > 0.05).

Kata Kunci : cattle, SimPO, PO, estrus, estrus cycle, the quality of estrus


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.