PENGARUH DOSIS INFEKSI OOSISTA Eimeria tenella TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEKUM AYAM BROILER
SAFITRI, Ardini Rahmawati , Eryl Sri Rohayati
2014 | Skripsi |Ayam merupakan unggas yang menghasilkan produk daging terbesar di Indonesia. Salah satu kendala dalam peternakan ayam ialah koksidiosis. Penyakit ini menyebabkan kematian cukup tinggi pada populasi ayam sehingga berdampak pada kerugian ekonomi yang cukup besar bagi peternak. Koksidiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh protozoa genus Eimeria. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan patologi anatomi secara mikroskopik pada sekum ayam yang terinfeksi Eimeria tenella. Ayam layer umur 30 hari digunakan untuk perbanyakan oosista. Ayam broiler DOC (Day Old Chick) sebanyak 12 ekor yang dipelihara hingga umur 18 hari, digunakan untuk perlakuan. Ayam dikelompokkan menjadi 4 kelompok, masing-masing tiga ekor. Kelompok kontrol (tanpa infeksi), kelompok 1 (dinfeksi 5000 oosista), kelompok 2 (diinfeksi 10.000 oosista) dan kelompok 3 (diinfeksi 15.000) oosista. Adanya berak darah dalam feses diamati pada hari ke 4 pasca infeksi. Ayam dinekropsi pada hari ke 5 pasca infeksi untuk diambil bagian sekum dan dibuat preparat histopatologi dengan pengecatan HE untuk menemukan stadium aseksual atau seksual di epitel sekum. Analisis hasil terhadap perubahan patologi sekum dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dari kelompok perlakuan menunjukkan bahwa terlihat adanya sel radang, erosi epitel pada mukosa sekum, perdarahan dan stadium perkembangan koksidia yang ditandai dengan adanya makrogamet, mikrogamet dan zygot. Kerusakan jaringan meningkat sesuai dengan meningkatnya dosis infeksi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dosis infeksi oosista menyebabkan semakin berat perubahan histopatologi sekum yang ditimbulkan seperti adanya perdarahan, erosi epitel dan stadium koksidia yang ditemukan semakin banyak. Penelitian sebaiknya dilakukan pada kandang yang terpisah dengan kelompok penelitian lain untuk menghindari terjadinya kontaminasi oosista.
Chickens are a poultry which produce the biggest meat in Indonesia. One of the obstacles in the farm of chicken is coccidiosis. This disease causes death on the population of chicken which makes high economic loss for farmers. Coccidiosis is a disease due to protozoa genus Eimeria. This research has a purpose to see the change of anatomy’s pathology microscopically of the caecum in chicken infected by Eimeria tenella. Five layer chickens were used for producing or multiplying oocyst. For the research 12 broiler DOC (Day Old Chick) were preserved until 18 days of age. The chickens were devided into 4 groups. Each group consisted of 3 chickens. Control group (without infection), group 2 (infected with 5000 oocyst), group 3 (infected with 10.000 oocyst) and group 4 (infected with 15.000 oocyst). On the 4𝑡ℎ day post infection, the bloody diarhea on the faeces was observed. Chickens were observed on the 5𝑡ℎ day post infection to get the caecum and were made histopathology preparation with HE stain to find the sexual or asexual stadium on epitelial of caecum. Pathologicals changes of caecum were analyzed descriptively. The result showed that presence koksidia breeding stage was visible, characterized by the macrogamets, microgamets, zygot, inflammation cell, erotion of epithelial cell in mukosa, and bleeding. There were raising destroyed tissues in higher infections. Can be conclude that higher dose of infection makes higher pathologycal changes including blooding, erosion of epithel and many stages of coccidia can be found. This observation should be done by separating stable with other observation’s groups to avoid oocysts’s contamination.
Kata Kunci : koksidiosis, Eimeria tenella, ayam, gambaran histopatologi