PREVALENSI SEROPOSITIF HOG CHOLERA PASCAVAKSINASI PADA BABI DI KABUPATEN KARANGANYAR
HERAWATI, Amallia , Widagdo Sri Nugroho
2014 | Skripsi |Hog Cholera (HC) atau classical swine fever (CSF) adalah penyakit virus yang sangat menular dari babi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi seropositif pada hog cholera pascavaksinasi pada babi di Kabupaten Karanganyar, dan mengindentifikasi faktor risiko. Sebanyak 386 ekor babi dari 14 peternak di kabupaten Karanganyar diambil sebagai sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah tahapan ganda, dan rambang sederhana pada tingkat peternak. Informasi faktor resiko diperoleh dengan wawancara berdasarkan kuesioner. Diagnosis serologis dilakukan dengan ELISA. Analisis data dilakukan secara deskriptif statistik dan analisis faktor risiko dilakukan dengan uji asosiasi (χ2) dan kekuatan asosiasinya dihitung dengan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukan prevalensi seropositif hog cholera pada babi di Kabupaten Karanganyar sebesar 65,3% (252/386). Faktor risiko yang berasosiasi dengan seropositif hog cholera pada babi di Kabupaten Karanganyar adalah mengikuti kegiatan pelatihan, mengetahui cara vaksin, terakhir vaksin, tipe pemeliharaan, bahan mencuci, sistem perkawinan serta ada atau tidak babi yang mati mendadak selama tiga bulan terakhir ini. Kekebalan hog cholera pascavaksinasi pada babi di Karanganyar cukup baik namun perlu ditingkatkan dengan perbaikan tatacara dan sanitasi beternak.
Hog cholera or classical swine fever is a highly contagius viral desease of pig. This research was conducted to find out the prevalence seropositive of hog cholera in pig in Karanganyar and identify risk factor. Three hundred and eighty six blood samples were taken from 14 farms in Karanganyar. Sampling technics were applied in the research were multistage random sampling and simple at farm level. Risk information were obtained by interview to the farmers. Laboratory diagnosis was done by Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Data were analized by descriptive statistic, the association between hog cholera and risk factors were done by bivariate analysis base on chisquare ( ), and odds ratio (OR). Seroprevalence of hog cholera post vaccination in Karanganyar was 65,3%. Risk factors associated with hog cholera seropositive were trained farmer, vaccination procedure knowledge, duration of last vaccination, farm management type, sanitasi subtance, marriage system, sudden death in the last three months. Postvaccination immunity of hog cholera in pig farms in Karanganyar were good enough but should be increase the herd immunity by improve the sanitation and farm management.
Kata Kunci : babi, hog cholera, prevalensi