Laporkan Masalah

PERBANDINGAN UJI DETEKSI FORMALIN DALAM DAGING AYAM MENGGUNAKAN FENILHIDRAZIN DAN QUANTOFIX

JELITA, Dewi Intan , Heru Susetya

2014 | Skripsi |

Daging ayam merupakan salah satu bahan pangan penyumbang protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat. Meskipun protein hewani tersebut sangat dibutuhkan sebagai sumber gizi, produk tersebut menjadi berbahaya bila mengandung pengawet non pangan. Salah satu pengawet non pangan yang sekarang banyak digunakan adalah formalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan uji kualitatif fenilhidrazin dan quantofix untuk mendeteksi formalin dalam daging ayam dengan berbagai konsentrasi. Sampel yang digunakan adalah daging ayam sebanyak 20 sampel. Setiap sampel diuji menggunakan fenilhidrazin dan quantofix. Pada masing-masing uji terdiri dari 11 perlakuan yaitu satu perlakuan tanpa formalin, dan sampel yang direndam formalin dengan konsentrasi 0,005%, 0,010%, 0,015%, 0,020%, 0,025%, 0,030%, 0,035%, 0,040%, 0,045%, dan 0,050% selama 2 jam. Masingmasing pengujian dilakukan secara duplo. Hasil positif uji formalin dengan fenilhidrazin {terlihat berwarna hijau}, dan quantofix {terlihat warna unggu}. Hasil yang diperoleh menunjukkan positif 100% dengan uji formalin menggunakan fenilhidrazin dan 80% positif dengan uji formalin menggunakan quantofix. Berdasarkan intensitas warna yang dihasilkan, maka pengujian deteksi formalin dalam daging ayam yang lebih sensitif adalah fenilhidrazin.

Chicken is one of the contributors foodstuffs of animal protein which is consumed by community. eventhough this animal protein is important as source of nutrition, this product can be dangerous if it contain non-food preservative. Nowdays formalin one of non-food preservative which is now widely used is formalin. The aim of the research is to know thee differenees qualitative fenilhidrazin test and quantofix to detect formalin in the chicken with various contretation. There is 20 sample of chicken that use as sample. Every sample tested using fenilhidrazin and quantofix. On each trial consisted of 11, one trial without formalin, and asample which is soaked formalin with concreation 0, 005%, 0, 010%, 0,015%, 0,020%, 0,025%, 0,030%, 0,035%, 0,040%, 0,045% and 0,050% for 2 hours. Each tested twice. The positive results of formalin the test with fenilhidrazin (shown in green), and quantofix (shown in violet). The results obtained show positive result 100% for test formalin used fenilhidrazin and 80% positive result formalin test using quantofix. Based on the intensity of the color which is produced, the formalin test in the detection of chicken which is more sensitive is fenilhidrazin.

Kata Kunci : daging ayam, formalin, fenilhidrazin, quantofix


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.