Laporkan Masalah

STUDI GAMBARAN MIKROSKOPIS SEL POLIMORFONUKLEAR DAN SEL FIBROBLAS PADA KESEMBUHAN LUKA IRIS KULIT ANJING (Canis familiaris) HARI KE 3 DAN 6 YANG DITERAPI SERBUK DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata NESS)

PAMUNGKAS, Andri Bintang , Agus Budi Santosa

2014 | Skripsi |

Sambiloto(Andrographispaniculata NESS) merupakan tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Sambiloto memiliki khasiat yang sangat banyak namun belum banyak digunakan dalam pengobatan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daun sambiloto yang diberikan secara topikal terhadap kesembuhan luka iris pada anjing dengan melihat gambaran mikroskopiknya. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain anjing, daun sambiloto segar, serbuk sambiloto,serbuk Enbatic®, obat cacing ivermectin, vaksin parvovirus, alkohol 70%, sabun, pakankering anjing secukupnya dan anestetika umum kombinasi ketamin-acepromazine. Anjing yang telah beradaptasi segera dilakukan operasi pembuatan luka. Tiap flank kiri dan kanan dibuat luka dari kulit hingga sub kulit, kemudian luka dijahit kembali. Tiap luka mengalami perlakuan berbeda, luka A diberi obatEnbatic®, luka B diberi serbuk daun sambiloto, dan luka C diberi sambiloto segar. Pada harike 3 dan 6 dilakukan pengambilan sampel jaringan dari tiap luka yang kemudian dibuat preparat histopatologi dan dilakukan pengecatan Hematoxilin Eosin.Hasil dari pembuatan preparat diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 40 kali. Kemudian dihitung jumlah sel polimorfonuklear dan sel fibroblas dari preparatA, B, dan C kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan metode T test (P<0,05). Hasil perhitungan sel polimorfonuklear pada hari ke 3 antara kelompok A dengan kelompok B menunjukkan hasil yang signifikan (P<0,05), sedangkan perbandingan antara kelompok A dengan kelompok C dan kelompok B dengan kelompok C tidak menunjukkan hasil yang signifikan (P>0,05). Perhitungan sel polimorfonuklear hari ke 6 antara kelompok A dengan kelompok B dan kelompok A dengan kelompok C menunjukan hasil yang signifikan (P<0,05), sedangkan perbandingan antara kelompok B dengan kelompok C tidak menunjukkan hasil yang signifikan (P>0,05). Hasil perhitungan sel fibroblas pada harike 3 dan 6 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05) namun mencapai kesembuhan primer.Kesimpulan dari penelitian ini adalah sambiloto dapat digunakan sebagai obat perawatan luka.

Sambiloto (Andrographis paniculata NESS) is a tropical plant that grows in Indonesia. Sambiloto are highly efficacious, yet was has not been widely used in modern medicine. This study aimed to determine the ability of Sambiloto leaves to the slash healing on the dog which given topically by looking at the microscopic appearance. The materials used in this study are dog, fresh sambiloto leaves, sambiloto powder, Enbatic®powder, ivermectin, parvovirus vaccine, alcohol 70%, soap, sufficient dried dog food and the general anesthetic combination of ketamine-acepromazine. The operation of making the slashes to the adapted dog was done immediately. Cuts were made from the skin to the subshell on every left and right flanks before stitched. Each slashes got different treatment; the slash A was given Enbatic drugs, the slash B was given sambiloto powder, and the slash C was given fresh sambiloto leaves. Samples were taken on each slashes at the third and the sixth days, then the histological preparations were made and staining on the Hematoxilin Eosin was performed. The results of making preparations observed under the microscope with 40 times magnifications. Then the number of polymorphonuclear cells and fibroblas cells in preparations A, B, and C being calculated. The results of the calculation of polymorphonuclear cells on day 3 between group A with group B showed significant results (P <0.05), whereas the comparison between group A and group C and group B with group C showed no significant results (P> 0, 05). Polymorphonuclear cell count day 6 between group A and group B and group A with group C showed significant results (P <0.05), whereas the comparison between group B and group C showed no significant results (P> 0.05) . The results of the calculation of fibroblas cells on day 3 and 6 did not show significant differences (P> 0.05) but achieving primary healing. The conclusion of this study is bitter medicine can be used as a wound care.

Kata Kunci : Sambiloto(Andrographispaniculata NESS), sel polimorfonuklear, sel fibroblas, anjing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.