Laporkan Masalah

STUDI KEPADATAN JARINGAN KOLAGEN PADA PROSES KESEMBUHAN LUKA IRIS KULIT ANJING (Canis familiaris) YANG DITERAPI SAMBILOTO (Andrographis paniculata)

PURNOMO, Farich Azhar , Sri Hartati

2014 | Skripsi |

Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran mikroskopik kepadatan kolagen hari ke 3 dan 9 pada jaringan luka iris kulit anjing yang diterapi sambiloto kering dan gerusan sambiloto segar. Empat (4) ekor anjing lokal, umur 7-9 bulan digunakan dalam penelitian ini. Perlakuan berupa luka iris vertikal sepanjang 10 cm dilakukan sebanyak 3 irisan (kelompok A, B, dan C) pada masing-masing anjing pada flank kanan. Luka iris kelompok A (kontrol), tidak diberi pengobatan, luka iris kelompok B diberi pengobatan sambiloto kering dan luka iris kelompok C diberi pengobatan sambiloto segar. Pada hari ke 3 dan ke 9 dilakukan biopsi sampel jaringan kesembuhan luka seluas 2 x 2 cm, kemudian dimasukan ke larutan formalin 10%. Sampel jaringan untuk pemeriksaan histologi dikirim ke Laboratorium Mikroanatomi Fakultas Kedokteran Hewan untuk dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Mallory untuk pengamatan serabut kolagen. Hasil pengamatan mikroskopik kepadatan kolagen pada kelompok B dan kelompok C lebih padat dari pada kelompok A. Analisis statistik menggunakan T-test pada hari ke 3 perbandingan kelompok A dan kelompok B menunjukkan hasil yang tidak signifikan (P>0,05), sedangkan pada kelompok A dan kelompok C menunjukkan hasil yang signifikan(P<0,05), kelompok B dan C juga menunjukan hasil yang signifikan (P>0,05). Pada hari ke 9 perbandingan antara kelompok A dan B menunjukkan hasil yang signifikan (P>0,05), demikian pula Antara kelompok A dan kelompok C serta kelompok B dan C juga menunjukkan hasil yang signifikan (P>0,05). Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kepadatan kolagen pada kelompok yang diberi pengobatan sambiloto lebih tinggi dari pada kelompok kontrol. Perlakuan pada kelompok C (sambiloto segar) memberikan hasil terbaik. Sambiloto segar layak direkomendasikan sebagai obat luka kulit.

The research was conducted to study the microscopic figures of the collagen density day 3 and 9 on the dog wound that treated with dried sambiloto and fresh scours of sambiloto. The research were involved 4 local dogs, aged between 7-9 months were divided into 3 groups (A, B, and C). Each dog was incised in 3 different spots on the right flank. Group A as the control group, group B’s incision wound being treated with dried sambiloto, and group C’s incision wound being treated of fresh scours of sambiloto. On the 3rd and 9th day, tissue samples of wound healing around 2 x 2 cm were biopsied and put into 10% formalin, the samples were sent to the Histology Laboratory Faculty of Veterinary Medicine to make the histology preparations and getting stained with Mallory staining. The microscopic results showed the density of collagen in dogs group B and dogs group C were more dense than the dogs in group A. Statistical analysis using T-test on day 3 comparison between group A dan group B results indicate insignificant(P>0,05), while in group A and group C results showed a significant results (P<0,05), group B and group C also showed significant results (P>0,05). On day 9th comparison between group A and group B showed significant results (P>0,05), similiarly between group A and group C, group B and C also showed significant results (P>0,05). As the conclusion based on the results and discussion, the collagens density in dogs were treated with sambiloto were higher compared to the control group. Dogs in group C (fresh scours of sambiloto) showed the best results compared to the other groups. Concentration of fresh scours of sambiloto leaf are recommended as a medication for wound.

Kata Kunci : sambiloto, kolagen, kulit, anjing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.