Laporkan Masalah

PENGARUH PENCUCIAN TERHADAP TRANSESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KATALIS KALIUM HIDROKSIDA

PUTRA, Rizki Pratama , Aris Purwantoro

2014 | Skripsi |

Kebutuhan bahan bakar terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sedangkan bahan bakar fosil persediaannya terbatas dan tidak dapat diperbarui. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu dicari bahan bakar terbarukan. Salah satu alternatif yang cukup menjanjikan adalah biodiesel dari minyak jelantah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencucian terhadap transesterifikasi minyak jelantah dengan katalis kalium hidroksida (KOH) serta menguji kualitas biodiesel berdasar American Society for Testing and Materials (ASTM) dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Minyak jelantah sebanyak 4 sampel dikoleksi dari berbagai sumber di Yogyakarta. Minyak tersebut dititrasi untuk mengetahui jumlah KOH yang dibutuhkan dalam proses transesterifikasi (z gram KOH). Proses titrasi menggunakan larutan KOH, isopropanol, dan phenolphtalein sebagai indikator. Transesterifikasi dilakukan dengan mencampur 1 liter minyak jelantah, 200 ml metanol, dan 7+z g KOH dalam erlenmeyer. Erlenmeyer berisi campuran tersebut dipindahkan ke dalam waterbath-shaker dengan suhu 55oC dan kecepatan rotasi 50 rpm selama 1 jam, kemudian campuran dipindahkan ke dalam separator selama 24 jam untuk memisahkan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan gliserol. Pencucian dilakukan dengan mencampur 500 ml FAME dengan 250 ml air dengan suhu 45oC, kemudian larutan dimasukkan ke dalam separator selama 24 jam untuk memisahkan FAME dan air. Pencucian diakhiri dengan memanaskan larutan FAME di dalam waterbath-shaker dengan suhu 55oC selama 5 jam. Keempat sampel FAME kemudian dikirim ke Laboratorium Teknologi Minyak Bumi, Gas, dan Batubara, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada untuk diuji kualitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter seperti massa jenis, titik nyala, dan korosi lempeng tembaga dari seluruh sampel telah memenuhi standar ASTM dan SNI. Parameter lain seperti titik kabut, kadar residu karbon, kadar abu, dan kadar air belum memenuhi standar tersebut. Berdasar hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pencucian berpengaruh terhadap kualitas biodiesel hasil transesterifikasi minyak jelantah dengan katalis kalium hidroksida.

The fuel demand increases over time, while the deposit of fossil fuel is limited. The solution is seeking renewable energy, for instance processed used cooking oil into biodiesel. The aim of this research is to study the effects of washing towards transesterification of used cooking oil using potassium hydroxide catalyst and test the biodiesel quality based on ASTM and SNI standards. Four samples of used cooking oil were collected from various sources in Yogyakarta. The samples were titrated to count KOH amount to be added in titration step (z gram KOH). The mixture of isopropanol and phenolphtalein was used as indicator. Transesterification was done by mixing 1 litre used cooking oil, 200 ml methanol, and 7+z gram KOH. The mixture was transferred into waterbath and shaked it 500 rpm for 60 minutes at 55oC, then separated the fatty acid methyl esther and gliserol using funnel for 24 hours. The washing step was done by mixing 500 ml FAME and 250 ml warm aquadest 45oC, then separated the FAME and aquadest using funnel for 24 hours. The next step is warmed the FAME using waterbath at 55oC for 5 hours. Finally, the samples were sent to the Laboratory of Oil, Gas, and Coal, Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada to test the FAME quality. The results show that the samples are in accordance the standards of specific gravity, flash point, and copper strip corrosion parameters, but it could not meet cloud point, carbon residue, ash residue, and water content parameters. Thus, it concluded that the washing has effect on transesterification of used cooking oil using potassium hydroxide catalyst.

Kata Kunci : biodiesel, minyak jelantah, standar ASTM dan SNI, transesterifikasi, metanol, KOH, pencucian.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.