KEJADIAN ANKILOSTOMIASIS DI YOGYAKARTA BERDASARKAN JENIS PAKAN KUCING
Vincent, R. Wisnu Nurcahyo
2014 | Skripsi |Ankilostomiasis merupakan salah satu infeksi parasit pada saluran pencernaan kucing. Infeksi ini dapat terjadi terutama pada konsumsi makanan yang mentah, bahkan pada pakan komersial. Tujuan penelitian ini adalah melihat kejadian ankilostomiasis di sekitar Yogyakarta berdasarkan pola pemberian pakannya. Sebanyak 280 sampel feses dikelompokan berdasarkan pemberian pakan kucing, yaitu komersial, campur, dan non komersial. Pemeriksaan terhadap sampel dilakukan dengan menggunakan uji natif dan sentrifus. Uji natif dilakukan dengan mengencerkan feses kucing dengan air kemudian dibuat preparat usapnya. Sisa pengenceran kemudian disentrifus sebanyak dua kali dan di titrasi dengan menggunakan larutan garam atau gula jenuh. Berdasarkan uji tersebut, keberadaan telur cacing diketahui. Sesuai hasil uji, sampel dinyatakan positif terinfeksi Ancylostoma sp. sejumlah: 5 dari 183 (2,73%), 9 dari 75(12%), 6 dari 22 (27,27%), yang secara berturut-turut diberi pakan komersial, campur, dan non komersial. Berdasarkan penelitian tersebut ankilostomiasis paling kecil terjadi pada kucing dengan pakan komersial (2,73%) dibandingkan dengan pakan campur (12%) dan non komersial (27,27%).
Ancylostomiasis is a parasitic infection in gastrointestinal tract of cats. This infection occurs in a raw or commercial food. The purpose of this research is to determine ancylostomiasis rates in Yogyakarta according to feeding variations. A total of 280 fecal samples grouped by feeding variations (commercial, mix, and non-commercial). Samples were analyzed by native and centrifuged tests. Native test performed by diluting the feces with water then smear. The rest of dilution were centrifuged twice then added saturated salt or sugar until the cylinder nearly full. Based on test numbers of helminth eggs were counted. Based on test positive results a total: 5 of 183 (2,73%), 9 of 75 (12%), 6 of 22 (27,27%) for ancylostomiasis were respectively fed with commercial, mixed, and non-commercial. The result showed that ancylostomiasis was lower in cats with commercial food (2,73%) than mix (12%) or non-commercial food (27,27%).
Kata Kunci : ancylostoma, cat, infection, Yogyakarta