Laporkan Masalah

KONDISI PENINGKATAN BERAT BADAN DAN BERAT OVARIUM TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT PISANG

ARDI, Wahyu Febriyanto Mus , Yuda Heru Fibrianto

2014 | Skripsi |

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi peningkatan berat badan dan berat ovarium tikus putih (rattus novergicus) setelah pemberian ekstrak kulit pisang. Pada penelitian selama 2 minggu ini, 20 ekor tikus putih dalam kondisi, yaitu berumur 3 bulan, berat badan berkisar 152-217gr, kondisi kesehatan baik dan jenis kelamin betina, terbagi 4 kelompok masing-masing kelompok perlakuan terdiri dari 5 ekor. Kelompok A (kontrol) dan kelompok B, C dan D secara berurutan diberi 1ml ekstrak kulit pisang konsentrasi 10%, 20% dan 40%. Penimbangan berat badan dilakukan pada minggu pertama dan minggu kedua. Pada akhir perlakuan dilakukan nekropsi untuk penimbangan berat ovarium. Data berat badan dan ovarium ditabulasi dan dicari rata-rata selisih kenaikkan berat badan dan ovarium. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kenaikkan berat badan pada kelompok A (kontrol), B, C dan D masing-masing sebesar 7±3,74gr, 9±3,94gr, 21±17,38gr dan 18,4±7,7gr. Pada rata-rata berat ovarium, masing-masing sebesar 0,1733±0,0659gr, 0,3394±0,3267gr, 0,2405±0,2669gr dan 0,1401±0,0505gr. Hasil analisis dengan stastistik test (Anova) menunjukan perbedaan yang tidak signifikan (P>0,05). Dari hasil data yang diperoleh bahwa pemberian ekstrak kulit pisang sebesar 20% terjadi peningkatan berat badan lebih tinggi terhadap kelompok lain. Kenaikkan yang sama terjadi pada ovarium setelah pemberian ekstrak kulit pisang sebesar 10%. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu pemberian kulit pisang dapat menggantikan suplemen pakan dan konsentrat komersial untuk hewan ternak.

This research is aimed to know the rise of weight condition and ovary weight of a white mice (rattus novergicus) after being fed it with banana peel. This research has been done for 2 weeks, on the 20 of 3 month female white mice weigh around 152-217gr, with good medical condition which were devided into four groups, each treatment group consists of five white mice.Group A (control) whereas Group B, Group C and Group D orderly fed with 1ml of banana peel extract in each concentration was 10%, 20% and 40%. It had done by weighing the ovary on the last treatment. The data of weight and ovary weight was tabulated and counted its rate of rise difference in weight and ovary. The research result mean shows that mean of weight rise at Group A, Group B, Group C and Group D was each 7±3,74gr, 9±3,94gr, 21±17,38gr and 18,4±7,7gr. The mean of ovary weight rise, each was 0,1733±0,0659gr, 0,3394±0,3267gr, 0,2405±0,2669gr and 0,1401±0,0505gr. The analysis result done by using statistical test (Anova) showed that the difference was insignificant (P>0,05). Based on the result, given of 20% banana peel extract showed the highest progress among the other groups. The same condition also occurred in ovary condition after being fed with 10% banana peel extract. The conclusion of this research is banana peel extract could be an alternative to change the commercial concentrate food for farm animal.

Kata Kunci : Tikus Putih Betina, Kulit Pisang, Berat Badan, Berat Ovarium, Statistik Test (Anova).


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.