PENAMPILAN REPRODUKSI SAPI POTONG BETINA DI KELOMPOK TERNAK HANDINI MUKTI SEYEGAN SLEMAN DAN KELOMPOK TERNAK GUMARANG JAYA TRIRENGGO BANTUL BERDASARKAN PADA KONDISI IKLIM DAN LINGKUNGAN
PUTRA, Randy Pradina , Agung Budiyanto,
2014 | Skripsi |Keadaan iklim dan kondisi geografis Indonesia cukup mempengaruhi dalam hal manajemen ternak terutama performan reproduksi. Penelitian tentang performa reproduksi sapi potong telah banyak dilakukan di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta, akan tetapi berdasarkan laporan sebelumnya penelitian mengenai pengaruh iklim dan lingkungan belum banyak dilakukan. Penelitian dilakukan dengan sapi potong betina produktif berumur 2-9 tahun sebanyak 32 ekor di kelompok ternak Handini Mukti Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman dan kelompok ternak Gumarang Jaya Trirenggo Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok Sleman dan kelompok Bantul lalu dilakukan wawancara, pengamatan terhadap sapi di kandang dan mengajukan pertanyaan melalui kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa wilayah Sleman dan Bantul memiliki iklim tropis basah dengan suhu lingkungan relatif ( 24-35o C), kelembaban ( ≥80% ), curah hujan ≥ 350 mm dan keadaan ternak memperoleh sinar matahari langsung. Hasil performans reproduksi menunjukan bahwa di wilayah Seyegan Kabupaten Sleman nilai S/C 2.33 ± 0.82, CI 15.26 ± 4.07 bulan dan EPP 73.42 ± 39.02 hari, sedangkan di wilayah Trirenggo Bantul Kabupaten Bantul nilai S/C 2.31 ± 0.75, CI 14.0 ± 2.24 bulan dan EPP 64.55 ± 32.90 hari. Ketiga perbandingan tersebut menunjukan tidak ada perbedaan yang nyata (P>0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sapi potong di kelompok ternak Handini Mukti Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman dan kelompok ternak Gumarang Jaya Trirenggo Kabupaten Bantul tidak menunjukan perbedaan yang nyata dalam hal performan reproduksi, dikarenakan perbedaan suhu dan kelembaban lingkungan yang tidak terlalu ekstrim juga tidak dominan dan ternak telah cukup beradaptasi dengan keadaan iklim dan lingkungannya.
Climatic and geographical conditions of Indonesia is also quite affecting livestock management especially in terms of reproductive performance. Research on reproductive performance of cattle had applied widely in Sleman and Bantul, Yogyakarta, but based on previous reports of research on the influence of climate and environment has not been much done. The research was conducted with the productive beef cattles aged 2-9 years as many as 32 head of beef cattles in Handini Mukti group Seyegan, Sleman and Gumarang Jaya group, Trirenggo, Bantul were divided into two groups : group Sleman and Bantul then conducted interviews, observations the beef cattles in the cage and asked questions through a questionnaire. Results revealed that group of Sleman and group of Bantul has a wet tropical climate with relatively ambient temperature about 24 – 35o C, ≥ 80% of humidity, ≥ 350 mm rainfall and beef cattles condition exposed to direct sunlight. The results showed that the reproductive performance in group of Seyegan, Sleman value of S/C 2.33 ± 0.82 , CI 15.26 ± 4.07 months and EPP 73.42 ± 39.02 days, whereas in group of Trirenggo, Bantul value of S/C 2.31 ± 0.75 , CI 14.0 ± 2.24 months and EPP 64.55 ± 32.90 days. The third comparison showed no significant differences ( P > 0.05 ). The conclusion of this research is that the beef cattles in the Handini Mukti group at Seyegan, Sleman and Gumarang Jaya group at Trirenggo, Bantul did not show significant differences in terms of reproductive performance, due to differences in temperature and humidity environment that is not too extreme is also not dominant and beef cattles has enough to adapt to the climate and environment.
Kata Kunci : Sapi potong, iklim, lingkungan, performan reproduksi