CEMARAN Salmonella sp DAN Staphylococcus aureus PADA RAMUAN DARAH ULAR KOBRA JAWA (Naja sputtatrix) YANG DIJUAL DI YOGYAKARTA
ABADI, Rais Dwi , Widagdo Sri Nugroho
2013 | Skripsi |Ramuan darah ular kobra merupakan salah satu jamu tradisional yang dipercaya memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh manusia. Salah satu kendala yang di hadapi adalah tidak diketahuinya seberapa besar cemaran bakteri yang terdapat pada ramuan darah tersebut. Salmonella sp dan Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan pangan. Cemaran Salmonella sp harus negativ pada makanan dan Staphylococcus aureus yang merupakan bakteri yang umum di jumpai dalam produk makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan Salmonella sp dan Staphylococcus aureus pada jamu darah ular kobra. Dalam penelitian ini digunakan 10 sampel darah ular kobra murni dan 10 sampel darah ular kobra yang dijadikan ramuan. Darah diambil melalui jantung dan untuk ramuan darah diambil dengan memotong kepala. Masing-masing sampel dimasukan kedalam tabung steril. Pengujian Staphylococcus aureus dilakukan secara langsung dengan metode gores dan metode tuang pada media Vogel Jhonson Agar dan diinkubasi pada Pada suhu 370C selama 24 jam. Staphylococcus aureus akan tumbuh dengan pertumbuhan koloni berwarna hitam. Pengujian Salmonella sp masing-masing sampel darah dan ramuan sebanyak 1 ml dimasukan ke dalam tabung yang mengandung 9 ml Buffered Peptone Water dan diinkubasi pada suhu 370 C selama 24 jam. Kemudian diambil 1 ml dan dimasukan ke dalam tabung yang mengandung 9 ml Tetrathionate Enrichment Broth dan diinkubasi pada suhu 370 C selama 24 jam. Kemudian diambil dengan usa kemudian digores pada media Xylose Lysine Desoxycholate agar, diinkubasi dengan posisi terbalik pada suhu 370 C selama 24 jam. Salmonella sp akan terdeteksi dengan pertumbuhan koloni berwarna hitam. Hasil penelitian menunjukan adanya cemaran Salmonella sp dan Staphylococcus aureus pada darah dan ramuan darah ular kobra. Staphylococcus aureus memiliki jumlah rata-rata cemaran yang sama antara darah dan ramuan. Salmonella sp menunjukan bahwa tidak ada perbedaan keberadaan antara darah dengan ramuan jamu darah ular kobra.
Cobra blood herb was one of the traditional herbal medicines which were believed to have many health benefits for the human body. One obstacle faced did not know how much contamination of bacteria contained in the blood potions. Salmonella sp and Staphylococcus aureus are a bacterium that can cause food poisoning. Contamination of Salmonella sp should be negative on the food and Staphylococcus aureus is a common bacteria encountered in food products. The purpose of this study was to determine the presence of Salmonella sp and Staphylococcus aureus in blood herbal cobra. This study used 10 blood samples as herbs and 10 others used from cobra pure blood. Blood was drawn through the heart and blood for herb taken by cutting head. Each sample was put into a sterile tube. Staphylococcus aureus testing was done directly by the scratch method and casting methods on Vogel Jhonson Agar media and incubated at 370 C at temperatures for 24 hours. Staphylococcus aureus will grow with the growth of black colonies. In Salmonella sp testing, 1 ml tube inserted into 9 ml of Buffered Peptone Water and incubated at 370 C for 24 hours. Then took 1 ml from it and put into a tube containing 9 ml Tetrathionate Enrichment Broth and incubated at 370 C for 24 hours. After that, it planted on Xylose Lysine Desoxycholate Agar media by scratched method to be incubated upside down at a temperature of 370 C for 24 hours. Salmonella sp will be detected by the growth of black colonies. The results showed the presence of contamination of Salmonella sp and Staphylococcus aureus in blood and in cobra blood potions. Staphylococcus aureus has an average number of the same contamination between blood and potions. Salmonella sp showed there was no difference between the presences of pure blood with herbs cobra blood.
Kata Kunci : darah, ramuan, ular kobra, Staphylococcus aureus, Salmonella sp