Laporkan Masalah

KEMAMPUAN REAGEN CURCUMAX MENDETEKSI BORAKS DALAM BAKSO YANG DIREBUS

ASTUTI, Erna Dwi , Widagdo Sri Nugroho

2013 | Skripsi |

Boraks, zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan seringkali digunakan dalam bakso. Pengembangan alat deteksi boraks yang praktis sangat diperlukan. Reagen Curcumax adalah alat deteksi boraks hasil pengembangan alat deteksi boraks yang berhasil dari ekstrak kunyit. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketelitian pengamatan indra penglihatan dan spektrofotometer dalam mendeteksi boraks dalam bakso yang direbus menggunakan reagen Curcumax dan mengetahui pengaruh pemanasan pada kandungan boraks dalam bakso. Penelitian ini menggunakan kelompok bakso kontrol dan kelompok bakso boraks 0,5% dengan perlakuan perebusan selama 0, 5, 10 dan 15 menit. Setiap unit perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali dan setiap unit perlakuan diuji masing-masing 5 butir bakso. Pengujian laboratorium untuk mendeteksi boraks dilakukan dengan mengekstrak bakso dengan etanol 2 bagian dan ditetesi reagen Curcumax 1 bagian. Penilaian terhadap keberadaan boraks didasarkan pada perubahan warna ekstrak bakso yang berubah menjadi oranye. Setiap unit perlakuan (masing-masing 5 bakso) dibuat presentase perubahan untuk dianalisis. Pengukuran intensitas warna ekstrak bakso juga dilakukan dengan spektrofotometer. Panjang gelombang yang digunakan pada spektrofotometer adalah 570 nm. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan analisis LSD (Least Significant Difference). Deteksi boraks berdasarkan pengamatan indra penglihatan terhadap perubahan warna memberikan hasil yang tidak konsisten. Pengukuran perubahan warna berdasarkan spektrofotometer lebih akurat. Perebusan mengurangi konsentrasi boraks dalam bakso. Reagen Curcumax mampu mendeteksi boraks dalam bakso yang direbus hingga 15 menit.

Borax is a harmful chemical to health often used in meatball preservation. Development of practical borax detection equipment is needed. Curcumax reagent, an equipment to detect borax, is developed from previous borax detection equipment with turmeric extract. This study aims to determine accuracy the sense of sight and spectrophotometer in detected borax in boiled meatballs and determine the effect of boiling on the borax concentration in the meatballs. This study was using meatballs group as a control and another meatballs group preserved with borax 0,5%, and each meatballs group was boiled in 0, 5, 10 and 15 minutes. Each treatment unit contained five meatballs and the treatment was repeated three times. Laboratory test to detect borax was done be extracting meatballs with ethanol 2 parts and put some drops of Curcumax reagent 1 part. The presence level of borax in the meatballs was known based on the color change of meatballs became orange. Each treatment unit (contained five meatballs) percentage change was made to be analyzed. Spectrophotometer was used to measure the color intensity of meatballs extract. Wave length used on the spectrophotometer was 570 nm. Data was analyzed with ANOVA and followed by LSD (Least Significant Difference) analysis. Borax detection based on sight sense to color change giving an inconsistence result. Color change measurement based on spectrophotometer was more accurate. Boiling process can reduce borax consistence in the meatballs. Curcumax reagent is able to detect borax in the meatballs boiled until 15 minutes.

Kata Kunci : boraks, bakso, reagen Curcumax, spektrofotometri


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.