IDENTIFIKASI Mycobacterium bovis DENGAN KONSENTRASI DNA BERTINGKAT MENGGUNAKAN TEKNIK POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR)
DHARMAYANTI, Dita, Ida Tjahajati
2013 | Skripsi |Mycobacterium sp. adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit tuberkulosis pada hewan domestik. Mycobacterium bovis termasuk dalam kelompok resiko patogen ke-3 dan Indonesia sebagai negara terbesar nomor 4 penyumbang Tuberkulosis di dunia setelah India, Cina dan Afrika Selatan. Berdasarkan berbagai fakta tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi M. bovis dengan konsentrasi DNA bertingkat, dengan harapan konsentrasi terendah dapat digunakan sebagai referensi untuk deteksi penyakit tuberkulosis. Sampel isolat DNA didapatkan dari Balai Besar Penelitian Veteriner (BBalitvet) di Bogor, Jawa Barat. Pengenceran DNA dimulai dari konsentrasi 5000 pg/μL ; 2500 pg/μL; 1250 pg/μL ; 625 pg/L; 312,5 pg/L 156,25 pg/μL ; 78,125 pg/μL dan 39,0625 pg/μL. Amplifikasi DNA dengan metode PCR menggunakan dua pasang primer JB21 Forward dan JB22 Reverse dan INS1 Forward dan INS2 Reverse dengan kondisi predenaturasi 94° C selama 5 menit, denaturasi 94° C selama 1 menit, annealing 60° C selama 1 menit, elongasi 72°C selama 1 menit dan post-elongasi 72° C selama 7 menit sebanyak 35 siklus. Reaksi PCR menghasilkan produk sepanjang 500 bp dan 245bp. Hasil analisis dapat dilihat pada konsentrasi 78,125 pg/μl dan 39, 0625 pg/μl dengan primer INS1/INS2, bands (pita) mulai terlihat memudar dan hilang. PCR dengan menggunakan primer JB21/JB22 menunjukkan bahwa pada kosentrasi 39,0625 pg/μl bands sudah menghilang. Hal ini dapat dilakukan sebagai sumber referensi untuk deteksi terhadap infeksi Mycobacterium bovis.
Mycobacterium sp. adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit tuberkulosis pada hewan domestik. Mycobacterium bovis termasuk dalam kelompok resiko patogen ke-3 dan Indonesia sebagai negara terbesar nomor 4 penyumbang Tuberkulosis di dunia setelah India, Cina dan Afrika Selatan. Berdasarkan berbagai fakta tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi M. bovis dengan konsentrasi DNA bertingkat, dengan harapan konsentrasi terendah dapat digunakan sebagai referensi untuk deteksi penyakit tuberkulosis. Sampel isolat DNA didapatkan dari Balai Besar Penelitian Veteriner (BBalitvet) di Bogor, Jawa Barat. Pengenceran DNA dimulai dari konsentrasi 5000 pg/μL ; 2500 pg/μL; 1250 pg/μL ; 625 pg/L; 312,5 pg/L 156,25 pg/μL ; 78,125 pg/μL dan 39,0625 pg/μL. Amplifikasi DNA dengan metode PCR menggunakan dua pasang primer JB21 Forward dan JB22 Reverse dan INS1 Forward dan INS2 Reverse dengan kondisi predenaturasi 94° C selama 5 menit, denaturasi 94° C selama 1 menit, annealing 60° C selama 1 menit, elongasi 72°C selama 1 menit dan post-elongasi 72° C selama 7 menit sebanyak 35 siklus. Reaksi PCR menghasilkan produk sepanjang 500 bp dan 245bp. Hasil analisis dapat dilihat pada konsentrasi 78,125 pg/μl dan 39, 0625 pg/μl dengan primer INS1/INS2, bands (pita) mulai terlihat memudar dan hilang. PCR dengan menggunakan primer JB21/JB22 menunjukkan bahwa pada kosentrasi 39,0625 pg/μl bands sudah menghilang. Hal ini dapat dilakukan sebagai sumber referensi untuk deteksi terhadap infeksi Mycobacterium bovis.
Kata Kunci : Mycobacterium bovis, PCR, JB21/JB22, INS1/INS2.