Sensitivitas Bakteri-Bakteri Dari Susu Kambing Peranakan Ettawah (PE) Terhadap Beberapa Antibiotika
RIZKY, Praticta Ayu Anggia , Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni
2012 | Skripsi |Mastitis subklinis merupakan penyakit yang sering terjadi pada kambing perah. Pengobatan menggunakan antibiotika merupakan cara yang dilakukan sampai sekarang untuk penanganan mastitis subklinis. Namun, pemberian antibiotika yang tidak sesuai dengan aturan dapat menyebabkan masalah, salah satunya adalah resistensi bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sensitivitas S. aureus, S. intermedius, Streptococcus sp dan E.coli dari susu kambing PE terhadap tetrasiklin, eritromisin, gentamisin, kloramfenikol dan ampisilin. Penelitian ini menggunakan 4 jenis bakteri yaitu S. aureus, S. intermedius, Streptococcus sp dan E.coli yang diisolasi dari susu kambing Peranakan Ettawah (PE) di tiga peternakan yaitu Margoluwih, Caturharjo dan Trianggo, Sleman, Yogyakarta. Isolat yang dgunakan berasal dari susu kambing PE yang normal dan mastitis subklinis. Uji sensitivitas dilakukan dengan metode disk difusi menurut Kirby-Bauer. Suspensi bakteri dalam BHI diapuskan menggunakan kapas steril pada permukaan agar Muller Hinton (MHA), disk antibiotika tetrasiklin, eritromisin, gentamisin, kloramfenikol dan ampisilin diletakkan di permukaan media MHA kemudian diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37˚C. Diameter zona terang di sekeliling disk antibiotika yang terbentuk, diukur dalam satuan milimeter, dan dibandingkan menurut standar interpretasi Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Staphylococcus aureus masih sensitif terhadap gentamisin dan kloramfenikol, intermediet terhadap tetrasiklin dan eritromisin serta resisten terhadap ampisilin. Staphylococcus intermedius sensitif terhadap gentamisin, intermediet terhadap eritromisin dan kloramfenikol, serta resisten terhadap tetrasiklin dan ampisilin. Streptococcus sp resisten terhadap pemberian eritromisin, tetrasiklin, gentamisin, ampisilin dan kloramfenikol. Escherichi coli sensitif terhadap gentamisin, intermediet untuk penggunaan ampisilin dan tetrasiklin, serta resisten terhadap kloramfenikol dan eritromisin.
Subclinical mastitis is a disease that often occurs in dairy goats. Treatment with antibiotics is how that is done up to now for treatment of subclinical mastitis. However, antibiotics are not in accordance with the rules can cause problems, one of which bacterial resistance. The purpose of this research is to know sensitivity of S. aureus, S. intermedius, Streptococcus sp, and E. coli from dairy goat’s milk to tetracycline, erytrhomycin, gentamycin, chloramphenicol and ampicillin. This research uses four types of bacteria, S. aureus, S. intermedius, Streptococcus sp, and E. coli isolated from three farms, namely Margoluwih, Caturharjo, and Trianggo, Sleman, Yogyakarta. Sensitivity test carried out by disk diffusion method by Kirby-Bauer. Suspension of bacteria in BHI swab using sterile cotton on the surface to Muller Hinton (MHA), disk antibiotic tetracycline, erythromycin, gentamicin, chloramphenicol and ampicillin placed on the surface of MHA media and then incubated for 24 hours at 37 ˚ C. Diameter of the light zone around the antibiotics disk is formed, measured in millimeters, and compared according to the standard interpretation of the Kirby-Bauer. The results showed that S. aureus sensitive to gentamicin and chloramphenicol, tetracycline and erythromycin intermediates to and resistant to ampicillin. Staphylococcus intermedius sensitive to gentamicin, intermediate to erythromycin and chloramphenicol, and resistance to tetracycline and ampicillin. Streptococcus sp resistant to erythromycin, tetracycline, gentamicin, ampicillin and chloramphenicol. Escherichia coli sensitive to gentamicin, resistant to chloramphenicol and erythromycin, intermediates to ampicillin and tetracycline.
Kata Kunci : --