Pengaruh Perubahan Jumlah Asupan Pakan Terhadap Kadar Blood Urea Nitrogen (BUN) Pada Kambing Kacang Jantan
SAFITRIYANI, Agustin Eka , IrkhamWidiyono
2012 | Skripsi |Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan jumlah asupan pakan terhadap Blood Urea Nitrogen (BUN) pada kambing kacang jantan. Sebanyak empat ekor kambing kacang jantan yang berumur sekitar satu tahun digunakan dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan dalam tiga periode, yaitu periode I (full feeding) dengan pemberian pakan secara ad libitum selama 36 hari, periode II (restriction) dengan menurunkan volume pakan 50% dari kemampuan konsumsi masing-masing ternak pada periode I selama 32 hari, dan periode III (refeeding) dengan pemberian pakan kembali secara ad libitum selama 30 hari. Jumlah pakan yang dikonsumsi dicatat setiap hari selama penelitian berlangsung. Pengambilan sampel darah dilakukan setiap akhir minggu pada masing-masing periode sebelum hewan diberi pakan pagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode I konsumsi bahan kering adalah 1,32 ± 0,11 kg/hari, kemudian mengalami penurunan pada periode II (0,66 ± 0,02 kg/hari) dan meningkat pada periode III (1,16 ± 0,09 kg/hari). Rata-rata kadar BUN kambing kacang pada periode I adalah16,34 ± 0,99 mg/dL, kemudian mengalami peningkatan secara signifikan (p<0,05) pada periode II (19,05 ± 0,92 mg/dL), dan kembali menurun secara signifikan (p<0,05) pada periode III (17,17 ± 1,52 mg/dL). Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa ada hubungan linear berlawanan yang nyata (p<0,05) antara konsumsi bahan kering dengan kadar BUN kambing kacang, kadar BUN meningkat saat terjadi penurunan konsumsi bahan kering. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa perubahan jumlah asupan pakan berpengaruh nyata terhadap kadar BUN kambing kacang jantan. Kata kunci : asupan pakan, Blood Urea Nitrogen, kambing kacang jantan
This study aims to determine the effect of changes in the amount of feed intake on Blood Urea Nitrogen (BUN) in the male kacang goat. A total of four male kacang goats about one year old are used in this study. The study was conducted in three periods, that period I (full feeding) with ad libitum feeding for 36 days, period II (restriction) to reduce the volume of feed consumption of 50% of the ability of each animal in the first period for 32 days, and period III (refeeding) by feeding back the ad libitum for 30 days. Amount of feed consumed per day recorded during the study. Blood sampling performed every weekend at each period before the animals were fed in the morning. The results showed that in the first period consumption of dry matter was 1,32 ± 0,11 kg/day, then decreased in period II (0,66 ± 0,02 kg/day) and increased in period III (1,16 ± 0,09 kg/day). The average levels of BUN kacang goat in the period I was 16,34 ± 0,99 mg/dL, then increased significantly (p<0,05) in period II (19,05 ± 0,92 mg/dL), and again decreased significantly (p<0,05) in the third period (17,17 ± 1,52 mg/dL). The results of statistical analysis showed that there is a significant linear contrast (p<0,05) between consumption of dry matter with goat BUN levels, BUN levels rise as a decline in the consumption of dry matter. Based on the research can be concluded that changes in the amount of feed intake significantly affect levels of BUN male kacang goat. Key words : feed intake, Blood Urea Nitrogen, male kacang goat
Kata Kunci : asupan pakan, Blood Urea Nitrogen, kambing kacang jantan