Laporkan Masalah

Hubungan Pemeliharaan terhadap Status Kekebalan Rabies Anjing di Kabupaten Ngada Propinsi Nusa Tenggara Timur.

MADHA, Christoffel , Hery Wijayanto

2010 | Tesis |

Kasus rabies di Kabupaten Ngada pada sepuluh tahun terakhir selalu terjadi setiap tahun. Aspek sosial budaya masyarakat setempat yang sangat dekat dengan anjing mempengaruhi penanganan kasus ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pemeliharaan yang berperan terhadap status kekebalan anjing dan mengetahui prevalensi kekebalan anjing terhadap rabies di Kabupaten Ngada, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 426 ekor anjing berasal dari 426 kepala keluarga pada lima kecamatan, 25 desa/kelurahan di Kabupaten Ngada diambil sebagai sampel dengan metode rambang tahapan ganda dikombinasikan dengan rambang proporsional dan rambang sederhana. Data tentang pemeliharaan anjing diperoleh dengan kuesioner dan wawancara terhadap pemilik anjing. Titer anjing sampel dinyatakan protektif terhadap rabies bila titer antibodinya menunjukkan hasil uji ELISA ≥0,5 IU. Analisis data dilakukan dengan deskriptif statistik, Chi-Square (²), dan Logistic regression untuk menggambarkan pemeliharaan anjing dan asosiasinya dengan status kekebalan anjing terhadap rabies. Cakupan vakinasi rabies 60,9% dan kekebalan protektif (titer ≥ 0,5 IU/ml) masih rendah yaitu 13,62%. Faktor–faktor yang berasosiasi dengan vaksinasi rabies di Kabupaten Ngada adalah jumlah anjing yang dipelihara 1-3 ekor/KK (RG=0,5), jumlah anjing yang dipelihara lebih dari 3 ekor/KK (RG=1,9), tujuan pemeliharaan merupakan kombinasi anjing sebagai hewan kesayangan, penjaga keamanan, berburu, diperdagangkan, dan dikonsumsi (RG=3,2), anjing digunakan pada upacara adat perkawinan (RG=2,3), penghasilan pemilik anjing di atas 1.500.000,-/bulan (RG=0,5), serta pengetahuan pemilik tentang rabies (RG=5,6). Faktor-faktor yang berasosiasi dengan kekebalan rabies anjing adalah vaksinasi (RG=2,2) dan frekwensi vaksinasi dilakukan dua kali (RG=2,2). . Kata kunci: rabies, pemeliharaan, status kekebalan, Kabupaten Ngada

The rabies cases in Ngada district in the last ten years has always happened every year. The aspect of socio-cultural that was very closed to the dog affected the handling of these cases. This research aims to know the factors of dog care in related with the dog immune status and to know the prevelence of the dog immune status to rabies in Ngada district of East Nusa Tenggara Province. The number of 426 dogs from 426 households in 5 sub-districts, 25 villages in Ngada district were taken as the sample by the multiplied phase random method combined with the proportional random and simple random. The data of dog care were accepted by the questionnaire and interview with the dog owner. The dog titters sample was stated protective to rabies if its antibody titters shows the result of ELISA test  0,5 IU. The data analysis was applied by descriptive statistic, Chi- Square (x2), and logistic regression to describe the dog care and its association with the dog immune status to rabies. The scope of rabies vaccination is 60,9% and the protective immune status (titer  0,5 IU/ml) is being low that is 13,62%. The associated factors with rabies vaccination in Ngada district is that the number of 1 through 3 dog cared per household ( RG = 0,5), the number of more than 3 dog cared per household (RG = 1,9), the purpose of dog care is the combination of dog care for pet animals, safeguard, hunting, trading, and for consumption ( RG = 3,2 ), the dog is used for the traditional wedding ceremony ( RG = 2,3 ), the income of dog owner above 1.5 million rupiah per month ( RG = 0,5 ), and the knowledge of dog owner about rabies ( RG = 5,6 ). The factors associated with the dog immune of rabies is vaccination ( RG = 2,2 ) and the vaccination frequency is done twice ( RG = 2,2). Keywords: rabies, dog care, immune status, Ngada District

Kata Kunci : rabies, pemeliharaan, status kekebalan, Kabupaten Ngada


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.