Laporkan Masalah

PROFIL PROGESTERON SERUM PADA SAPI BALI (Bos sondaicus) YANG DIBERI PERLAKUAN SINKRONISASI ESTRUS MENGGUNAKAN PGF2α

PALENGA, Nurlaila Susilawati, Prabowo Purwono Putro

2000 | Tesis |

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil progesteron serum, regresi korpus luteum dan gejala serta tingkah laku estrus sapi Bali (Bos sondaicus) yang diberi perlakuan sinkronisasi estrus menggunakan PGF2α. Sebanyak 4 ekor sapi Bali dara umur ± 2 tahun, berat badan 190-220 kg sehat fisik dan reproduksi. Semua sapi Bali tersebut disinkronisasi estrus menggunakan PGF2α dengan dosis 25 mg/ekor secara intramuscular. Pengamatan estrus dilakukan setiap hari. Pemeriksaan USG transrektal pada ovaria dilakukan bersamaan dengan pengambilan darah yang dilakukan pada hari ke-11 sampai hari ke-16 siklus estrus. Determinasi kadar progesteron dilakukan dengan metode EIA (enzyme immuno-assay). Kecepatan regresi dan perkembangan korpus luteum dianalisa dengan analisa regresi sedangkan korelasi antara kadar progesteron dan korpus luteum diuji dengan analisa korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada hari ke-11 kadar progesteron serum adalah: 4,46 ± 0,96 ng/ml, dengan diameter korpus luteum 14,06 ± 0,75 mm. Hari ke-12 kadar progesteron serum turun secara signifikan menjadi 0,44 ± 0,11 ng/ml, dengan diameter korpus luteum 7,12 ± 0,09 mm. Hari ke-13 kadar progesteron serum turun hingga mendekati kadar basal, yaitu: 0,09 ± 001 ng/ml, dengan diameter korpus luteum: 5,42 ± 0,17 mm saat terjadi estrus, selanjutnya korpus luteum tidak dapat diikuti lagi dengan alat ultrasonografi. Kadar progesteron serum mulai mengalami peningkatan lagi setelah estrus, yaitu mulai hari ke-14, 15 dan 16 dengan kadar progesteron serum berada dilevel: 0,41 ± 0,02 ng/ml, 0,67 ±0,04 ng/ml dan 1,035 ± 0,07 ng/ml. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan sinkronisasi estrus menggunakan PGF2α menyebabkan perubahan profil progesteron serum, yaitu penurunan signifikan kadar progesteron serum, berpengaruh terhadap kecepatan regresi korpus luteum, menimbulkan gejala dan tingkah laku estrus serta menggambarkan adanya korelasi positif antara kadar progesteron serum dengan diameter korpus luteum. Kata Kunci: PGF2α , deteksi estrus, progesteron, korpus luteum, ultrasonografi

Kata Kunci : PGF2α , deteksi estrus, progesteron, korpus luteum, ultrasonografi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.