Laporkan Masalah

PREVALENSI KEKEBALAN TERHADAP SEPTICAEMIA EPIZOOTICA PADA SAPI DI KABUPATEN KUPANG

BEREK, Hilda Susiyanti Debora , Widodo Sri Nugroho

2010 | Tesis |

Pengendalian penyakit Septicaemia epizootica (SE) di Kabupaten Kupang telah dilakukan dengan melaksanakan program vaksinasi, namun kejadian/kematian akibat SE masih dilaporkan. Kajian epidemiologi untuk menganalisis faktor-faktor penyebab hal tersebut diperlukan untuk menentukan strategi pengendalian yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi status kekebalan sapi terhadap SE, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status kekebalan pada ternak, dan faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi kekebalan pada tingkat peternak di Kabupaten Kupang. Pendekatan kajian lintas seksional digunakan dalam penelitian ini dengan mengambil serum dari 434 sapi yang berasal dari 87 peternak. Pemeriksaan serum sapi dilakukan dengan metode Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA). Titer antibodi terhadap SE dinyatakan protektif apabila titer antibodi  200 ELISA Unit. Prevalensi titer antibodi protektif pada sapi di Kabupaten Kupang sebesar 73,7 % dengan cakupan vaksinasi sebesar 90,8%. Hasil analisis unweighted logistic regression menunjukkan secara berurutan faktor yang mempengaruhi kekebalan protektif sapi di Kabupaten Kupang terhadap SE adalah umur sapi di atas 2 tahun (koef regresi= +1,45601 ; OR=4,3), sistem pemeliharaan sapi yang digembalakan (+1,03958 ; OR=2,8), adanya hewan reservoir di sekitar kandang (+0,90147 ; OR= 2,5), jenis kelamin betina (+0,80138 ; OR=2,2), frekuensi vaksinasi satu kali (+0,61015 ; OR=1,8), dan periode pasca vaksinasi 6-12 bulan (+0,58968 ; OR=1,8). Hasil analisis linier regression menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi peningkatan prevalensi kekebalan pada tingkat peternak adalah musim hujan dan yang menurunkan adalah asal ternak yang dibeli dari pasar hewan atau kecamatan lain. Penelitian ini menunjukkan beberapa faktor hospes dan manajemen pemeliharaan yang berperan terhadap kekebalan kelompok. Kekebalan kelompok perlu ditingkatkan untuk mengurangi kematian akibat SE di wilayah Kabupaten Kupang. Kata kunci : prevalensi, kekebalan sapi, Septicaemia epizootica, faktor resiko.

Kupang has been controlling Septicaemia epizootica (SE) by vaccination program eventhough the mortality of this disease still reported in this district. The epidemiology study to analyze the risk factors that cause these things are needed to determine appropriate control strategies .The aims of this study were to investigate the prevalence of herd immunity of the cattle in Kupang against SE, to find the cow’s risk factors and the factors that influence prevalence herd immunity status in farm level. Cross sectional study was applied in this study and collected 434 cow’s serum from 87 farmers entire the Kupang district. Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) was taken to analyze the serum samples, the protective immunity of the cow was indicated if the antibody titer > 200 ELISA Unit. The prevalence of herd immunity of the cattle in Kupang district was 73,7% and vaccination coverage was 90,8%. Logistic regression model showed that the odds of the cow immunity status against SE increased by aged over 2 years (regression koef = +1,45601 ; OR=4,3), housing system (+1,03958 ; OR=2,8), reservoir animals (+0,90147 ; OR=2,5), cow (+0,80138 ; OR=2,2), once vaccinated (+0,61015 ; OR=1,8), and the 6-12 months post vaccinated periode (+0,58968 : OR=1,8). In farm level, the prevalence of herd immunity was increased by rain season and decreased if purchased cows from animal market or other sub districts. This study showed the role of host and management factors to build her immunity. It should be raise up to reduce the mortality of SE in Kupang District. Keywords: prevalence, herd immunity, Septicaemia epizootica, risk factor.

Kata Kunci : prevalensi, kekebalan sapi, Septicaemia epizootica, faktor resiko.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.