Laporkan Masalah

Perkembangan penyakit berbasis air pascabencana gempabumi dalam perspektif spasial ekologis dikabupaten Bantul

Herman Santjoko,

2016 | Disertasi |

Pada tanggal 27 Mei 2006 terjadi gempabumi dengan kekuatan 5,9 skala Richter telah menghancurkan sebagian wilayah kab. Bantul. Beberapa fenomena fisik dan gejala sosial telah nampak pascabencana gempabumi yang dikhawatirkan pada daerah-daerah tertentu akan berkembang beberapa penyakit bahkan dimungkinkan juga akan timbul jenis penyakit baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan penyakit berbasis air berdasarkan spasial ekologi dan munculnya jenis penyakit baru pada daerah tertentu. Untuk mendukung tujuan penelitian ini, metode yang digunakan melalui pendekatan retrospektif dan pendekatan spasial ekologi dengan pengkategorian satuan bentuklahan sebagai satuan analisis area. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perkembangan penyakit berbasis air yang diderita penduduk sebelum dan sesudah bencana gempabumi tidak ada perbedaan, namun pada dekade pascabencana gempabumi pola perkembangan penyakit berbasis air yang diderita penduduk mempunyai karakteristik berbeda berdasarkan spasial ekologisnya. Penyakit Kulit mendominasi penduduk daerah Dataran Pesisir jika dibanding daerah penelitian lain, penyakit Diare mendominasi penduduk daerah Dataran Kaki Vulkanik dan penduduk daerah Perbukitan mendominasi menderita penyakit ISPA. Terjadinya perbedaan karakteristik perkembangan penyakit berbasis air tersebut ditunjukkan dengan keberadaan faktor risiko dominan, daerah Dataran Kaki Vulkanik mempunyai karakter akibat adanya perubahan alih fungsi dan tataguna lahan, daerah Perbukitan karakternya akibat kondisi sosial ekonomi, PHBS dan pada daerah Dataran Pesisir karakternya akibat kondisi biofisik dan sosial ekonomi yang sudah melekat untuk daerah tersebut. Berdasarkan kajian adanya perubahan biofisik, sosial ekonomi dan kebiasaan penduduk berisiko tertular penyakit serta karakteristik microorganisme leptospira sp pascabencana gempabumi di daerah penelitian, maka dapat dikatakan bahwa perkembangan penyakit Leptospirosis merupakan salah satu jenis penyakit baru bagi penduduk daerah Perbukitan, daerah Dataran Kaki Vulkanik dan daerah Dataran Pesisir untuk wilayah kabupaten Bantul.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.