Laporkan Masalah

Pemodelan spasial dinamika penggunaan lahan didaerah perkotaan Yogyakarta

Bowo Susilo,

2016 | Disertasi |

Dinamika penggunaan lahan adalah fenomena berubahnya penggunaan lahan menurut ruang dan waktu. Fenomena ini merupakan fenomena keruangan kompleks karena dipicu oleh beragam faktor dan menimbulkan bermacam dampak. Kajian terhadap fenomena keruangan kompleks memerlukan pendekatan dan metode yang sesuai. Salah satu metode yang banyak digunakan dan dikembangkan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah pemodelan spasial. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji faktor-faktor yang mempunyai hubungan signifikan dengan perubahan penggunaan lahan di daerah penelitian, (2) Merumuskan model konseptual sebagai kerangka teoretis penyusunan model spasial dinamika penggunaan lahan (3) mengkaji metode dan teknik spasialisasi data untuk mengkonversi model konseptual menjadi model spasial dan (4) mengaplikasikan model spasial dalam suatu bentuk simulasi keruangan (spatial simulation). Metode penelitian yang digunakan merupakan kombinasi kajian empiris dan teoretis. Kajian empiris dilakukan dengan cara memetakan penggunaan lahan dan perubahannya menggunakan citra penginderaan jauh. Hasil pemetaan dianalisis dengan teknik statistik untuk mengetahui faktor determinan perubahan penggunaan lahan. Hasil kajian empiris yang dikombinasikan dengan kajian teoretis digunakan untuk merumuskan model konseptual. Model konseptual ditansformasi menjadi model spasial menggunakan pendekatan entity based dan field based. Model spasial diimplementasikan dalam bentuk simulasi keruangan menggunakan algoritma Cellular Automata (CA) Hasil penelitian menunjukkan luas perubahan berkorelasi signifikan dengan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Lokasi perubahan berkorelasi signifikan dengan faktor aksesibilitas lahan yaitu jarak terhadap pusat kota, jarak terhadap jalan lokal maupun jalan utama, jarak terhadap perguruan tinggi dan jarak terhadap pusat pemerintahan. Konseptualisasi menghasilkan tiga konsep terkait dengan mekanisme keruangan perubahan penggunaan lahan yaitu kebutuhan lahan (demand for land), preferensi keruangan (spatial preference) dan kalkulasi keruangan (spatial calculation). Melalui proses spasialisasi, konsep kebutuhan lahan dan preferensi keruangan diubah menjadi Peta Area Transisi (PAT) dan Peta Probabilitas Transisi (PPT). Simulasi keruangan dengan Cellular Automata menghasilkan peta penggunaan lahan dan peta perubahan penggunaan lahan. Ketelitian peta hasil simulasi ditunjukkan dengan nilai overal accuracy antara 94,33% dan 95,02% , serta indeks Kappa antara 0,89 dan 0,9.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.