Laporkan Masalah

Penggunaan citra saluran inframerah termal untuk studi perubahan liputan lahan dan suhu sebagai indikator perubahan iklim perkotaan di Yogyakarta

Retnadi Heru Jatmiko,

2016 | Disertasi |

Perubahan penggunaan lahan (land use) atau penutup lahan (land cover) dan aktivitas manusia berpengaruh pada perubahan iklim terutama di wilayah perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengkaji pengaruh perubahan penutupan lahan terhadap variasi informasi perubahan suhu permukaan lahan wilayah penelitian berdasarkan ekstraksi data saluran inframerah termal Landsat-8 secara multitemporal dan mengkaji pengukuran suhu permukaan daratan bersadarkan informasi suhu permukaan pada band 10 dan band 11 Landsat 8 pada wilayah penelitian. (2) Menentukan indikator dari dinamika suhu permukaan yang ada di area perkotaan dalam suatu analisis iklim perkotaan, sehingga dapat mengindikasikan terjadinya dan terdapatnya pulau bahang di daerah perkotaan dengan lebih cepat dan akurat, berdasarkan dinamika perubahan liputan lahan dan suhu permukaan lahan. Data utama yang digunakan dalam penelitian adalah citra Landsat 8 perekaman bulan Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober 2013, dan Januari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah split windows algorithm (SWA), klasifikasi digital, transformasi indeks vegetasi, indeks kota, dan ekstraksi suhu permukaan lahan dari data inframerah termal menggunakan pengukuran langsung di lapangan sesuai dengan tanggal dan jam perekaman data satelit Landsat-8, serta divisualisasikan dalam peta untuk dianalisis secara keruangan. Analisis statistik digunakan untuk menganalisa korelasi dan akurasi berdasarkan hasil yang diturunkan dari citra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai NDVI dan liputan vegetasi memiliki nilai koefisien korelasi negatif dengan meningkatnya liputan vegetasi maka temperatur permukaan akan semakin rendah. Sedangkan nilai indeks kota berkorelasi positif dengan temperatur permukaan begitu juga dengan liputan bangunan. Terbentuknya pulau bahang perkotaan (urban heat island) dipengaruhi oleh tutupan lahan, suhu permukaan lahan (LST), jenis tutupan lahan, persentase tutupan lahan, persentase tutupan vegetasi (indeks vegetasi), persentase tutupan bangunan pada urban indeks. Terdapat hubungan antara suhu permukaan lahan dan suhu udara, baik secara spasial maupun secara temporal. Suhu permukaan lahan, selalu lebih tinggi jika dibandingkan dengan suhu udara setempat. Kesimpulan penelitian ini (1) saluran termal pada Landsat 8 (band 10 dan band 11, serta algoritma SWA) mampu menjadi indikator dari dinamika suhu permukaan lahan yang ada di area perkotaan secara akurat. (2) hasil estimasi LST saluran termal Landsat 8 lebih detail daripada data suhu permukaan lahan dari BMKG untuk tahun 2013 dan 2014 di daerah penelitian, serta mampu menemukan variasi nilai suhu permukaan lahan per piksel pada citra dan mampu mengidentifikasi suhu permukaan lahan objek yang tidak terjangkau oleh stasiun cuaca, (3) distribusi pulau panas perkotaan (urban heat island) terdapat di pusat kota Yogyakarta, pada tutupan lahan bangunan permukiman padat yang ada di daerah pinggiran, dan juga terdapat pada lahan terbuka kering yang menghasilkan suhu yang tinggi, pada bulan Juni sampai dengan bulan September 2014, yang bertepatan dengan musim kemarau. (4) Pengolahan citra digital pada saluran inframerah termal Landsat 8, memberikan nilai suhu permukaan lahan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan suhu permukaan lahan pengukuruan langsung dan terdapat nilai korelasi negatif antara NDVI dengan suhu permukaan lahan. Hal ini memperkuat teori, bahwa NDVI berkorelasi negatif dengan suhu permukaan lahan.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.