Laporkan Masalah

Optimalisasi penggunaan lahan untuk agroforestri di daerah aliran sungai Cimanuk provinsi Jawa Barat

Caya,

2015 | Disertasi |

Penelitian ini dengan judul : “Optimalisasi Penggunaan Lahan untuk Agroforestri di Daerah Aliran Sungai Cimanuk Provinsi Jawa Barat”. Kondisi Daerah Aliran Sungai Cimanuk saat ini tergolong kritis dan memiliki berbagai problem sosial, padahal keberadaannya sangat strategis sebagai wilayah pengembangan pembangunan yaitu sebagai pemasok air irigasi, kebutuhan domestik, energi listrik dll. Pengelolaan sungai saat ini belum terealisasikan dengan baik, hal ini dikarenakan berbagai faktor yaitu: tumpang tindih pengelolaan, dasar administratif masih dipraktekkan dalam pengelolaannnya, serta egosektoral yang masih tinggi. Padahal DAS merupakan suatu sistem, bila terjadi kesalahan pengelolaan di hulu akan berdampak pada daerah hilir. Pengelolaan DAS hingga saat ini masih menitikberatkan pada keuntungan ekonomi semata dibanding kepentingan lingkungan. Penelitian ini bertujuan agar tercapainya manajemen sumberdaya lahan yang berkelanjutan melalui pendekatan faktor fisk, ekonomi dan jasa lingkungan untuk pengembangan tanaman agroforestri. Penelitian ini mengkaji tentang kesesuain lahan dengan metode perangkat lunak SPKL Ver.1.0 yang bertujuan mengetahui secara cepat tentang kesesuaian lahan yang paling sesuai dan optimal untuk tanaman agroforestri. Juga penelitian ini melakukan valuasi ekonomi dan jasa lingkungan dengan perhitungan pendekatan penyerapan karbon. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan optimalisasi penggunaaan lahan yang sesuai dengan aspek fisik, bernilai ekonomi tinggi dan jasa lingkungan yang tinggi pula untuk pengembangan tanaman agroforestri. Hasil dari penelitian ini yaitu : 1) Kesesuaian lahan untuk tanaman agroforestri dapat diketahui sesuai dengan karateristik fisik. 2) Nilai ekonomi tanaman agroforestri dapat diketahui sebagai rujukan perencanaan tata guna lahan 3) Nilai jasa lingkungan sebagai dasar pengambilan keputusan. 4) Tipe agroforesti yang baik dengan mengacu pada faktor fisik dan yang bernilai tinggi secara ekonomi dan jasa lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu : 1) Kesesuaian lahan yang tidak sesuai (N dan S3) lebih besar dari yang sesuai. 2) Faktor fisik yang mempengaruhi kesesuaian lahan yang paling dominan adalah lereng dan temperatur. 3) Nilai ekonomi absolute tanaman buah yang tertinggi sebanyak 3 (tiga) satuan lahan berada di Kecamatan Tanjungkerta Kec. Sumedang seluas 1.548,95 ha, dengan nilai uang Rp 29.310.986,- Nilai ekonomi absolute tanaman hutan yang tertinggi sebanyak 4 (empat) satuan lahan berada di Kecamatan Taragong Kidul Kabupaten Garut seluas 4.267,15 ha dengan nilai uang Rp 94.901.587,-. Nilai lingkungan absolut yang tertinggi sebanyak 5 (lima) satuan lahan berada di Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut seluas 2.948,79 ha dengan nilai uang Rp 24.304.683,-. Nilai lingkungan absolute tanaman hutan yang tertinggi sebanyak 2 (dua) satuan lahan berada di Kecamatan Cimangung Kabupaten Garut seluas 76,78 ha dengan nilai uang Rp 69.805.818,- Beberapa tipe penggunaan lahan dapat mempengaruhi optimalisasi penggunaan lahan di wilayah DAS untuk pengembangan agroforestri adalah sebagai berikut: 1) Tipe Agroforestri I di DAS Cimanuk Hulu : Jati, mahoni, sengon, eucalyptus, durian sala, kopi melinjo, nilainya Rp 15.569.970,-/hektar/tahun. 2) Tipe Agroforestri II di DAS Cipeles : Mahoni, sengon, eucalyptus, durian salak, kopi melinjo, nilainya Rp 15.569.970,-/hektar/tahun. 3) Tipe Agroforestri III di DAS di Cilutung: Durian, karet, mahoni, sengon, eucalyptus, nilainya Rp 15.569.970,-/hektar/tahun 4) Tipe IV DAS Cimanuk Hilir : Pisang, Mangga, Durian, Salak, Kopi, melinjo, Jati, Mahoni eucalyptus, nilainya Rp 3.272.000,-/hektar/tahun

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.