Pengaruh faktor lingkungan terhadap kelestarian kerang Bakau (Polymesoda erosa Lightfoot 1976) dikawasan Mangrove Segaraanakan
M. Sofwan Anwari,
2015 | Disertasi |Kondisi ekosistem Segaraanakan semakin rusak, sehingga menyebabkan penurunan hasil tangkapan nelayan. Penurunan hasil tangkapan menyebabkan nelayan mencari alternatif sumber daya perikanan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sumberdaya perikanan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Segaraanakan adalah kerang bakau. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh faktor lingkungan mangrove yang meliputi faktor lingkungan abiotik, biotik, dan sosial terhadap kelestarian kerang bakau di Segaraanakan, Cilacap. Tujuan penelitian ini untuk; 1) mengkaji kemelimpahan kerang bakau di kawasan hutan mangrove Segaraanakan, 2) mengkaji pengaruh musim terhadap kemelimpahan kerang bakau, 3) menganalisis pengaruh faktor lingkungan terhadap kemelimpahan kerang bakau, dan 4) mengkaji pengaruh pemanfaatan kelestarian kelestarian kerang bakau. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kemelimpahan kerang bakau, faktor lingkungan abiotik (intensitas sinar Matahari, intensitas cahaya di bawah naungan, suhu udara, suhu air, salinitas air, pH tanah, kandungan bahan organik tanah, dan tekstur tanah), faktor lingkungan biotik (kerapatan vegetasi dan kandungan klorofil perairan), dan sosial (pemanfaatan kerang bakau oleh masyarakat). Survei dilaksanakan pada Oktober 2012 dan Februari 2013, teknik pengambilan sampel kerang bakau dilakukan secara purposif (purposive sampling). Tingkat kerusakan mangrove menjadi pertimbangan dalam penentuan stasiun pengambilan sampel. Analisis parameter faktor lingkungan yang menentukan kemelimpahan kerang bakau dengan PCA (Principle component analysis). Kemelimpahan kerang bakau di kawasan mangrove Segaraanakan tidak dipengaruhi oleh kerapatan vegetasi mangrove. Kemelimpahan kerang bakau dijumpai pada ekosistem mangrove yang rusak sedang dan rusak berat. Kemelimpahan kerang bakau pada musim hujan lebih tinggi dibandingkan musim kemarau, berkaiatan dengan pasokan air tawar yang membawa nutrisi pada musim hujan lebih besar dibandingkan musim kemarau. Sebaran kerang bakau pada musim kemarau terdapat di bagian barat, tengah dan timur, sementara pada musim hujan kerang bakau hanya terdapat di bagian tengah Segaraanakan. Berdasarkan analisis PCA, faktor lingkungan yang berpengaruh positif terhadap kemelimpahan kerang bakau pada musim kemarau yaitu salinitas air dan kandungan air dalam tanah, sementara pH tanah dan kandungan debu dalam tanah berpengaruh negatif terhadap kemelimpahan kerang bakau. Faktor lingkungan yang berpengaruh positif terhadap kemelimpahan kerang bakau pada musim hujan yaitu pH tanah dan kandungan liat dalam tanah, sementara kandungan pasir dalam tanah berpengaruh negatif. Pemanfaatan kerang bakau oleh masyarakat sudah melebihi pertumbuhan populasinya sehingga hasil tangkapan nelayan semakin menurun.
Kata Kunci :