Migrasi internasional dan pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup rumah tangga dikabupaten Ponorogo provinsi Jawa Timur : Pendekatan spasiotemporal
Agus Joko Pitoyo,
2015 | Disertasi |Tujuan penelitian ini adalah, pertama, untuk mengkaji sejarah migrasi internasional dari Kabupaten Ponorogo. Kedua, mengkaji proses migrasi, mulai dari mekanisme rekrutmen, proses pengiriman pekerja migran, proses bekerja, proses kembali ke daerah asal, dan kebijakan pemerintah. Ketiga, mengkaji pengaruh ekonomi yang disebabkan oleh pengiriman pekerja migran ke luar negeri yakni terhadap kelangsungan hidup rumah tangga. Penelitian ini mengunakan metode kombinasi antara desain kuantitatif dan kualitatif. Desain kuantitatif digunakan untuk mengetahui profil pekerja migran dan rumah tangganya. Desain kualitatif digunakan untuk mengetahui proses yang terkait dengan pengiriman pekerja migran ke luar negeri secara spasiotemporal. Pencakupan data kuantitatif dilakukan melalui survey terhadap 650 rumah tangga, meliputi rumah tangga migran dan rumah tangga migran kembali. Teknik penentuan rumah tangga sebagai responden dilakukan dengan multistage random sampling. Analisis data dilakukan secara spasial melalui peta, analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis tekstual kualitatif Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1). Migrasi internasional di Ponorogo telah terjadi dalam waktu yang panjang. Migrasi internasional telah terjadi sejak 500 tahun yang lalu, saat awal berdirinya Kabupaten Ponorogo pada 1496 sampai sekarang melalui 6 fase tahapan migrasi. 2). Proses migrasi telah mengalami perubahan dari proses tradisional ke proses modern, dengan daerah tujuan yang lebih bervariasi. Melalui pendekatan spasiotemporal dapat diketahui terjadinya transformasi negara tujuan dari Timur Tengah menuju Asia Timur dan Eropa. Jenis pekerjaan pekerja migran telah mengalami perubahan dari pekerjaan di sektor informal menjadi pekerjaan di sektor formal. Intervensi pemerintah telah lebih baik, dari tidak adanya intervensi di orde lama, intervensi belum optimal di orde baru, menjadi intervensi sistematis di orde reformasi. 3). Migrasi internasional berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat Ponorogo baik pada tingkat rumah tangga maupun regional. Melalui pendekatan spasiotemporal dapat diketahui bahwa pekerja migran telah menjadi gaya hidup masyarakat Ponorogo, sebagai strategi kelangsungan hidup rumah tangga, yang telah lama berlangsung dan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bekerja sebagai pekerja migran telah menjadi budaya di Ponorogo (the culture of migration). Pemanfaatan remitan telah mengalami pergeseran dari pemanfaatan konsumtif ke produktif.
Kata Kunci :